Wawancara Tempo dengan Juru Bicara Pemerintah Thailand: Demonstrasi Damai tak Bisa Diserbu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang terluka setelah terjadi empat ledakan kecil di dekat lokasi protes anti-pemerintah di Bangkok, (22/04). AP Photo/Vincent Yu

    Sejumlah orang terluka setelah terjadi empat ledakan kecil di dekat lokasi protes anti-pemerintah di Bangkok, (22/04). AP Photo/Vincent Yu

    TEMPO Interaktif, Bangkok -Pemerintah Thailand masih menyelidiki pelaku peledakan lima granat di stasiun kereta monorel Sky Train dan di Jalan Silom, kawasan pusat keuangan Bangkok, Kamis malam lalu. Tiga orang tewas, 75 orang terluka—termasuk seorang warga Indonesia, Jepang dan Australia.

    Peledakan ini telah memicu gelombang protes baru kemarin. Ribuan orang yang mengenakan kaus berbagai macam warna turun ke jalan bersiap melawan massa dari kelompok Kaus Merah—massa pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Pasukan keamanan diturunkan untuk memisahkan mereka.

    Panitan Wattanayagorn, juru bicara Pemerintah Thailand, mengatakan dari pemeriksaan pendahuluan oleh polisi, kelima granat itu dicurigai diluncurkan dari M79 di kawasan Ratchaprasong yang diduduki Kaus Merah dan berseberangan dengan Jalan Silom. Pemerintah mengaku memiliki rekaman CCTV yang menunjukkan orang yang menenteng M79 di tengah kerumunan demonstran dan menembakkannya ke udara.

    “Yang paling berbahaya adalah dua granat terakhir, dilepaskan dari peluncur yang posisinya di gedung tinggi di seberang Silom,” ujar Panitan ketika dihubungi wartawan Tempo Yophiandi melalui saluran telepon internasional.

    Berikut petikan wawancara dengan Panitan:

    Bagaimana investigasi pemerintah atas lima granat yang meledak itu?

    Laporan pendahuluan penyidikan sementara diketahui granat diluncurkan dari seberang kompleks Silom, area yang sekarang dikuasai Kaus Merah.

    Jadi ini ulah Kaus Merah?

    Kami belum sampai pada kesimpulan, kami masih mengumpulkan bukti lengkap.

    Mengapa pemerintah tak langsung bertindak menangkap pelaku yang dicurigai?

    Kami tak bisa menyerbu unjuk rasa damai yang tak menyebabkan pelanggaran hukum. Itu sudah tertulis dalam Konstitusi kami.

    Pemerintah akan diam saja?

    Tidak. Kami tetap akan menegakkan hukum. Kami tetap akan menangkap para pemimpin Kaus Merah. Membubarkan mereka supaya tak menduduki area ekonomi yang penting seperti saat ini. Kami sedang memproses itu. Kami pun sudah menangkap pentolan Kaus Merah Methee Amornwuttikul. Dia mengakui tentang senjata berat saat Sabtu berdarah di Monumen Demokrasi dua minggu lalu.

    Apa pengakuannya bisa dipertanggungjawabkan?

    Tentu. Dia dan timnya menyatakan membagikan senjata kepada teman-temannya di kerumunan. Dia juga memiliki senjata. Dia mengaku itu senjata milik tentara.

    Maksudnya dari yang dicuri di Stasiun Satelit Bumi?

    Belum tahu. Tentara sedang melacak nomor serinya.

    Bagaimana dengan tawaran negosiasi Kaus Merah dan pemerintah yang melibatkan pihak ketiga?

    Anda bicara dengan siapa mereka mau negosiasi? Mereka ada 24 orang, setahu kami mereka belum satu suara mau bernegosiasi. Kami masih menunggu tawaran mereka. Seperti yang sudah saya katakan, negosiasi hanya bisa dilakukan saat demonstrasi tak mengarah kepada kekerasan.



    Yophiandi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.