Perdana Menteri Thailand Sebut Dua Jenderal di Belakang Gerakan Demonstran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva berpidato di televisi selepas bentrokan di Bangkok yang menelan korban jiwa pada Sabtu (10/4).

    Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva berpidato di televisi selepas bentrokan di Bangkok yang menelan korban jiwa pada Sabtu (10/4).

    TEMPO Interaktif, Bangkok -Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva dalam siaran televisi menyebut dua jenderal terkait dengan gerakan demonstrasi kelompok Kaus Merah  pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Dua jenderal itu adalah Mayor Jenderal Angkatan Darat Khattiya Sawasdiphol dan mantan Kepala Angkatan Darat Jenderal Chavalit Yongchaiyudh.

    Siaran televisi itu direkam Sabtu dan baru ditayangkan Minggu. Abhisit menyebut kedua jenderal itu terhubung dengan master plan gerakan demonstran. "Semuanya terhubung. Semua nama seperti Seh Daeng [Khattiya], Jenderal Chavalit, dan lain-lain, bukan sebuah kasus kebetulan," kata Abhsit.

    Komandan militer Jenderal Anupong Paojinda juga menyebut beberapa pensiunan tentara dan tentara aktif terlibat dalam serangan bersenjata dalam insiden di jembatan Phan Fa dua pekan lalu dan di kawasan Silom Kamis malam lalu. Dua insiden itu menewaskan 25 orang.

    Dalam wawancara televisi bersama perdana menteri, Anupong mengatakan militer akan membantu polisi dalam menyingkirkan semua senjata yang digunakan teroris yang menyusup di kerumunan massa Kaus Merah.

    Anupong mengatakan militer Thailand tetap bersatu. "Kami masih setia sebagai kekuatan bangsa, rakyat dan raja," katanya. "Beberapa orang mungkin bermasalah, tapi itu tidak signifikan. Institusi Angkatan Darat tetap solid seperti saya katakan."

    Keterlibatan Jenderal Khattiya diketahui dari pengakuan Methee Amornwuthikul yang ditangkap pemerintah sebelumnya. Methee mengaku melakukan tindakan sabotase dengan menembakkan granat selama kekacauan pada 10 April di dekat Monumen Demokrasi. Ia juga menyebut sebagai ajudan Khattiya.

    Namun Khatiya membantan bahwa Methee adalah ajudannya seperti diklaim pemerintah. Ia bersikeras bahwa penembakan granat M79 adalah pekerjaan pemerintah.

    The Nation | YR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.