Perdana Menteri Thailand Tolak Tuntutan Baru Kaus Merah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva. REUTERS/Chaiwat Subprasom

    Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva. REUTERS/Chaiwat Subprasom

    TEMPO Interaktif, Bangkok -Kebuntuan politik di Thailand tampaknya akan berlangsung lebih lama. Kabar terbaru, Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva menolak tuntutan baru kelompok Kaus Merah pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.

    Dalam tuntutan baru itu, Kaus Merah meminta parlemen dibubarkan dalam waktu satu bulan, berubah dari tuntutan sebelumnya agar parlemen dibubarkan segera dan pemilu diadakan secepatnya.

    Dalam tawaran baru itu, kelompok anti pemerintah itu juga menuntut penyelidikan atas kematian 25 orang yang tewas saat bentrok dengan polisi. Kelompok ini kini berkumpul di kawasan bisnis Ratchaprasong dan telah berdemonstrasi di Bangkok selama enam pekan.

    "Karena mereka menggunakan kekerasan dan intimidasi, saya tak bisa menerima tawaran itu," ujar Abhisit.

    Menurut Abhisit, pembubaran parlemen harus dilakukan demi kepentingan seluruh negara. "Bukan hanya untuk kelompok mereka. Pembubaran harus dilakukan di saat yang tepat," ujar perdana menteri.

    Abhisit menambahkan rincian penolakan itu akan diumumkan Minggu. "Besok malam semua akan lebih jelas," katanya.

    Dalam dialog sebelumnya dengan pemimpin Kaus Merah, perdana menteri telah menawarkan pemilihan umum akan diadakan akhir 2010, satu tahun lebih cepat dari jadwal. Tapi Kaus Merah menolak dan meminta pemilu diadakan secepat-cepatnya.

    Penolakan Abhisit ini dikhawatirkan akan kian meningkatkan ketegangan antara massa pendukung Thaksin itu dengan kelompok pro pemerintah yang kini juga siap berhadap-hadapan dengan mereka. Dalam kekerasan sebelumnya, lima granat meledak Kamis malam dan menewaskan tiga orang dari kelompok pro pemerintah.

    BBC | YR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?