Turki Tawarkan Menjadi Penengah Masalah Nuklir Iran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki (kanan) dan Menteri Luar Negeri TurkiAhmet Davutoglu dalam pertemuan di Teheran, Iran (20/4). AP/Vahid Salemi

    Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki (kanan) dan Menteri Luar Negeri TurkiAhmet Davutoglu dalam pertemuan di Teheran, Iran (20/4). AP/Vahid Salemi

    TEMPO Interaktif, Teheran - Turki siap menjadi penengah antara Barat dengan Iran untuk meredakan masalah nuklir Iran. Sikap ini diambil guna menghindari terjadinya dampak buruk terhadap perekonomian akibat sanksi baru terhadap Iran.

    Pada kunjungan resmi ke Teheran, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu, Selasa waktu setempat, mengatakan pihaknya bisa membantu menghidupkan kembali solusi diplomatik terhadap sengketa yang melibatkan Iran.  

    "Jika Anda suka akan ada dari teman-teman kami untuk membantu menyesaikan masalah Iran ini, dan jika peran kami itu bijaksana, kami akan melakukannya," kata Davutoglu dalam konferensi pers bersama dengan mitra Iran-nya.

    "Turki, sebagai negara ketiga, siap untuk memainkan peran mediasi dalam penggantian uranium dan isu nuklir Iran lainnya," lanjutnya.

    Dalam pertemuan dengan Davutoglu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan bahwa kerja sama antara kedua negara itu diperlukan untuk "pelucutan senjata nuklir secara global maupun regional.

    Amerika Serikat dan sekutu Eropanya takut pengayaan uranium Iran dimaksudkan untuk membuat bom. Di Washington, Juru bicara Departemen Luar Negeri PJ Crowley mengatakan Amerika Serikat menyambut baik upaya konstruktif yang dilakukan Turki. Namun ia pesimitis mengenai sikap Iran atas upaya penyelesaian masalah tersebut.

    REUTERS l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.