Dua Tersangka Pembantaian Filipina Dibebaskan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Biro Investigasi Nasional Philipina mengawal Andal Ampatuan Jr. (C) saat persidangan di Manila (13/1) Andal dianggap bertanggungjawab terhadap pembunuhan 57 orang pada November 2009. REUTERS/Romeo Ranoco

    Petugas Biro Investigasi Nasional Philipina mengawal Andal Ampatuan Jr. (C) saat persidangan di Manila (13/1) Andal dianggap bertanggungjawab terhadap pembunuhan 57 orang pada November 2009. REUTERS/Romeo Ranoco

    TEMPO Interaktif, Manila -Menteri Kehakiman Filipina Alberto Agra mengatakan telah membebaskan Gubernur Wilayah Otonomi Muslim Mindanao Zaldy Ampatuan dan Wali Kota Mamasapano Datu Akmad Ampatuan dari tuduhan berlapis melakukan konspirasi atas pembantaian massal pada 23 November 2009 di Maguindanao.

    "Saya telah memerintahkan pengadilan untuk melepaskan Zaldy dan Akmad Ampatuan," kata Menteri Agra. Dia beralasan, bukti-bukti yang mengaitkan Zaldy dan Akmad dalam pembantaian yang menewaskan 57 orang, termasuk istri Wali Kota Buluan Esmael Mangudadatu dan 31 wartawan itu.

    "Kesamaan hubungan dan nama tak serta-merta berarti terlibat konspirasi," ujar Menteri Agra. Menurut Agra, data penerbangan milik Maskapai Philippine Airlines memperlihatkan bahwa Gubernur Zaldy sedang berada di Kota Davao pada saat penyergapan 22 November 2009 itu.

    Kendati begitu, Menteri Agra menolak mempertimbangkan dakwaan terhadap pelaku lainnya dari Klan Ampatuan. Mereka adalah bekas Gubernur Maguindanao Andal Ampatuan Senior; putranya, Wali Kota Datu Unsay Andal Ampatuan Junior; dan Wali Kota Sharrid Aguak Datu Anwar Ampatuan.

    INQUIRER | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.