Maskapai Tekan Eropa untuk Cabut Larangan Terbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di stasiun kereta di Roma, Italia, yang penuh penumpang setelah pesawat dilarang terbang akibat debu letusan gunung di Islandia (19/4).  AP/Pier Paolo Cito

    Suasana di stasiun kereta di Roma, Italia, yang penuh penumpang setelah pesawat dilarang terbang akibat debu letusan gunung di Islandia (19/4). AP/Pier Paolo Cito

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Saat Eropa mengandangkan pesawat-pesawat mereka selama empat hari pada hari Minggu karena abu vulkanik yang menyebar dari Islandia, maskapai yang frustasi melakukan uji coba terbang untuk menunjukkan bahwa penerbangan aman dan menekan otoritas penerbangan untuk melonggarkan larangan penerbangan.

    Maskapai keberatan dan menilai pemerintah-pemerintah Eropa telah bereaksi berlebihan terhadap ancaman itu, yang bergantung pada data tak komplit dari model-model komputer dibandingkan uji keselamatan riil di langit Eropa. Dalam pernyataan hari Minggu, wakil-wakil dari maskapai dan bandara Eropa meminta penilaian kembali yang segera atas pembatasan saat ini.

    Para menteri transportasi Eropa memutuskan untuk bertemu di Brussels hari Senin guna membahas bagaimana dan kapan mengudarakan pesawat kembali.

    "Jelas bahwa ini tidak diteruskan," kata komisioner transportasi Uni Eropa, Siim Kallas, di Brussels. "Kita tidak dapat hanya menunggu hingga awan abu menghilang."

    Bisnis perjalanan Eropa mengalami kekacauan akibat bandara ditutup dan pesawat dikandangkan. Mereka yang ingin bepergian pun beralih ke pelabuhan, bus, dan stasiun kereta api.

    Stasiun kereta St. Pancras London, di mana kereta Eurostar berangkat ke Paris dan Brussel, dipenuhi orang-orang yang akan bepergian.

    Angela Merkel, kanselir Jerman, akhirnya kembali ke Jerman dari San Francisco, setelah tiga hari perjalanan melalui North Dakota, Portugal, dan Italia menggunakan pesawat, mobil dan bus militer. Sekelompok orang mencoba mengevakuasi mereka yang tertahan dengan sampan dari Calais, Prancis, ke Dover, Inggris.

    Penutupan penerbangan Eropa telah memberi pukulan bagi industri penerbangan. Krisis ini telah menimbulkan kerugian pendapatan setidaknya US$ 1 miliar dan dapat menutup maskapai kecil jika terus berlangsung, kata para analis. Maskapai telah menderita kerugian US$ 50 miliar selama satu dekade menyusul serangan 11 September 2001, wabah SARS 2004, dan kenaikan harga bahan bakar pada 2008 dan masa resesi.

    Pihak berwenang mengatakan jika pesawat melewati awan abu, yang mengandung silica -- debu seperti kaca -- mesin pesawat dapat rusak atau mati.

    Namun, beberapa maskapai, termasuk Lufthansa dari Jerman dan KLM dari Belanda, sukses melakukan uji penerbangan hari Minggu, dan mengatakan pesawat mereka tidak mengalami kerusakan. Bos British Airways, Willie Walsh, akan menerbangkan Boeing 747 dari Bandara Heahrow London ke Cardiff, Wales, untuk mengumpulkan data terkait abu.

    Pengawas penerbangan terus mengirimkan pesan-pesan bertentangan kepada maskapai dan penumpang hari Minggu. Sementara beberapa bandara, seperti Frankfurt, Berlin, dan Warsawa, memberi jalan untuk beberapa penerbangan yang jauh dari awan abu, sebagian besar bandara di Eropa utara dan tengah tetap ditutup.


    NEW YORK TIMES | ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.