Palestina Tuntut Israel Selidiki Kematian Warganya di Penjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pendukung Hamas menggunakan topeng bergambar Benjamin Netanyahu saat unjuk rasa terkait nasib tahanan Palestina di penjara Israel, di kamp Jebaliya, perbatasan Gaza utara (16/4). AP Photo/Bernat Armangue

    Seorang pendukung Hamas menggunakan topeng bergambar Benjamin Netanyahu saat unjuk rasa terkait nasib tahanan Palestina di penjara Israel, di kamp Jebaliya, perbatasan Gaza utara (16/4). AP Photo/Bernat Armangue

    TEMPO Interaktif, Ramallah - Penguasa Palestina, Sabtu, mendesak Israel untuk menyelidiki kematian seorang tahanan Palestina di sebuah penjara di Israel selatan.

    Issa Qaraqi, Menteri Urusan Tahanan dalam pemerintahan yang didukung Barat dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengatakan Raed Abu Hammad, 27 tahun, meninggal dunia pada Jumat dalam kurungan tersendiri.

    "Kami menuntut segera dilakukannya penyelidikan dan untuk melakukan autopsi guna mencari tahu mengapa dia meninggal," kata Qaraqi.

    "Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas kematian tahanan karena sakit dan para dokter Israel serta pihak berwenang di penjara tahu itu," lanjut dia.

    Sekitar 7.000 warga Palestina kini berada di penjara-penjara Israel. Qaraqi mengatakan sebanyak 19 warga Palestina tewas dalam penjara Israel dalam 10 tahun ini.

    Seorang juru bicara layanan penjara Israel mengatakan, Hammad yang kira-kira sudah setengah jalan melalui masa hukuman 10 tahun dalam kasus percobaan pembunuhan, ditemukan tewas di lantai selnya.

    "Hammad menderita gangguan kesehatan dan Dinas Penjara sedang memeriksa penyebab kematian," kata juru bicara itu.


    REUTERS l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.