Menolak Buka Kerudung, Siswi Spanyol Dilarang Masuk Sekolah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. Foto: sxc

    Ilustrasi. Foto: sxc

    TEMPO Interaktif, Madrid -Seorang siswi berusia 16 tahun dilarang masuk kelas di Spanyol karena menolak membuka kerudungnya. Insiden tersebut memicu kontroversi soal kerudung atau hijab di Spanyol.

    Najwa Malha, anak dari imigran Maroko di Spanyol, dikeluarkan dari kelas di Sekolah Camilo Jose Cela di Madrid. Malha dikeluarkan setelah diberitahu pihak sekolah bahwa dia melanggar peraturan sekolah mengenai pakaian.

    Keputusan sekolah tersebut memicu debat di Spanyol. Sebab, tidak ada peraturan resmi mengenai pemakaian kerudung di sekolah negeri.

    Penerapan peraturan mengenai seragam diserahkan kepada dewan sekolah. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, pengusiran siswi yang mengenakan kerudung telah dicabut negara. Sebab, hal tersebut melanggar hak konstitusi siswi dalam meraih pendidikan. Hak siswi untuk mendapat pendidikan tersebut dianggap menganulir hak sekolah untuk menerapkan kebijakan seragamnya sendiri.

    “Saya merasa didiskriminasikan,” ujar Malha, yang mengaku mulai mengenakan kerudung dua bulan lalu sebagai ekspresi  untuk menjalankan kepercayaannya.

    Ayah Malha, Mohamed, mengatakan kepada surat kabar Spanyol, El Pais, bahwa ia awalnya melarang anaknya menggunakan kerudung ke sekolah. “Saya memintanya untuk mempertimbangkan kembali… sebab saya mengkhawatirkan itu bisa membuatnya terkena masalah,“ ujar Mohamed.

    November lalu, seorang pengacara muslim dikeluarkan dari ruang pengadilan nasional saat ia membela kliennya. Pengacara tersebut diusir karena menolak melepas kerudungnya.


    TELEGRAPH| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.