WHO Ingatkan Dampak Letusan Gunung Islandia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awan abu dari letusan gunung berapi di bawah gletser  Eyjafjallajokull, Islandia (17/4). AP Photo/Brynjar Gauti

    Awan abu dari letusan gunung berapi di bawah gletser Eyjafjallajokull, Islandia (17/4). AP Photo/Brynjar Gauti

    TEMPO Interaktif, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan letusan gunung berapi di Islandia bisa mengganggu saluran pernapasan masyarakat Eropa. "Pengidap asma, emfisema, atau bronkitis kemungkinan lebih rentan terkena iritasi jika konsentrasi abu dari letusan itu tinggi," ujar seorang perwakilan WHO, Jumat waktu setempat.

    WHO menyarankan kepada masyarakat sekitar untuk masuk ke dalam ruangan dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika mengalami keluhan sakit tenggorokan, sesak nafas, hidung berair, atau gatal-gatal pada mata. Sekitar seperempat partikel abu yang dikeluarkan ditengarai ukurannya kurang dari satu mikron (seperseribu milimeter).

    Ahli penyakit pernapasan dari Inggris, Ken Donaldson, mengatakan, "Ada efek melemahkan yang timbul dari semburan abu yang terbawa angin." Profesor Universitas Edinburgh ini menganggap efek sampingnya berbahaya bagi pernapasan. Senada dengan WHO, ia juga menyarankan pengidap gangguan paru-paru di sekitar gunung tersebut untuk tinggal di dalam rumah.

    Peristiwa gunung meletus yang terjadi pada Rabu kemarin ini mengacaukan jadwal penerbangan di Eropa. Ribuan penumpang terlantar. Juru bicara Civil Aviation Authority, sebuah lembaga yang mengatur penerbangan di Inggris, mengungkapkan dampak yang ditimbulkan merupakan catatan terburuk sejak peristiwa 9/11 di Amerika Serikat.


    REUTERS | GILANG MUSTIKA RAMDANI
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.