Boediono dan Perdana Menteri Norwegia Bahas Penggundulan Hutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boediono. ANTARA/Saptono

    Boediono. ANTARA/Saptono

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Presiden Boediono bertemu secara bilateral dengan Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg pada jeda menjelang makan siang di arena Konferensi Tingkat Tinggi Pengamanan Nuklir di Washington DC, Selasa (13/4) atau Rabu WIB.

    Masalah utama yang menjadi perhatian utama kedua pemimpin adalah penggundulan hutan atau deforestasi.

    Boediono menjelaskan bahwa Indonesia saat ini masih menghadapi tiga masalah untuk mengatasi penggundulan hutan. Pertama, kebakaran hutan, baik itu karena faktor iklim, ketidaksengajaan, atau untuk pembukaan lahan. Kedua, adalah masalah keterbatasan kemampuan untuk melakukan penghutanan kembali atai reboisasi.

    "Upaya ini membutuhkan dana cukup besar dan anggaran Pemerintah yang terbatas tak cukup untuk membiayai program yang komprehensif, makanya akan kami bahas dengan Menteri Kehutanan," kata Boediono.

    Sedangkan masalah ketiga yang juga tak kalah pelik adalah penegakan hukum. Indonesia. “Kita harus bekerja sama untuk mengatasi berbagai masalah ini. Salah satunya, perlu ada mekanisme saling mengawasi antara negara pengekspor dan negara importir,” kata Boediono.
    Perdana Menteri Norwegia mengatakan penghentian deforestasi adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi emisi karbon. Itu sebabnya Norwegia akan aktif membantu negara yang ingin mempertahankan hutannya. Salah satunya memakai result based system.

    Norwegia akan menetapkan patokan atau base line. Jika pencapaian satu negara berhasil di atas base line, Norwegia bersedia membantu membiayai pencapaian itu. Selain bantuan finansial, Norwegia juga menawarkan bantuan teknis pelaksanaan pencegahan deforestasi, bagaimana monitoringnya hingga surveillance. “Itu adalah masalah teknis yang pelik dan kami punya kemampuan dan bersedia membantu,” kata Stoltenberg.

    Stoltenberg juga mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Oslo untuk menghadiri Pertemuan Hutan yang berlangsung 27 Mei 2010. “Sebagai salah satu pemimpin internasional yang menonjol, Presiden Indonesia bisa berbagi mengenai upaya Indonesia memelihara hutannya,” kata Stoltenberg. Boediono berjanji akan segera menyampaikan undangan tersebut kepada Presiden.

    WAHYU MURYADI, Washington DC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.