Paus Abaikan Tekanan Media

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Benedict XVI memberkati dua anak saat merayakan Natal di  St. Peter's Basilica, Vatican (25/12). Foto: AP/Gregorio Borgia

    Paus Benedict XVI memberkati dua anak saat merayakan Natal di St. Peter's Basilica, Vatican (25/12). Foto: AP/Gregorio Borgia

    TEMPO Interaktif, VATIKAN - Paus Benediktus tak akan tunduk terhadap tekanan media untuk bertemu dengan korban pelecehan seksual sejumlah oknum pastur pedofil di Malta. Hal itu dikatakan Jurubicara Tahkta Suci Vatikan Pastur Federico Lombardi kepada media di Vatikan, Rabu (14/4).

    "Pertemuan semestinya berlangsung dalam suasana yang penuh kedamaian dan kebijaksanaan," kata Romo Lombardi. "Bukan di bawah sorotan media dan sedikit kesempatan untuk mendengar." Lagipula, kata Lombardi, Sri Paus pernah menemui korban-korban pelecehan oknum pastur di Amerika Serikat dan Australia pada 2008.

    "Sri Paus selalu siap menemui para korban sebagaimana yang beliau pernah lakukan di waktu yang lalu," tutur Lombardi, lagi. Hal itu dikatakan Lombardi menyusul permintaan sebelas korban pelecehan seksual di Malta yang ingin bertemu dengan Pemimpin Tahkta Suci Vatikan itu yang akan melawat ke Malta pekan ini.

    Kesebelas orang itu ingin mendegar Sri Paus meminta maaf kepada mereka. Sebagai imbalannya para korban itu berjanji tak akan menuntut balas dan menagih uang kompensasi gereja. Romo Lombardi menyatakan bahwa hal itu tegantung pada situasi dan kondisi di Malta, pulau kecil di Laut Mediterania.

    "Jadwal Paus Benediktus padat, jadi jangan terlalu berharap dulu," kata Lombardi. "Sri Paus hanya akan menemui orang yang beliau ingin temui." Kata Lombardi lagi, dalam kunjungan selama 24 jam itu Paus akan menemui Presiden Malta George Abela dan singgah ke Rabat.

    Walikota Valletta John Schembri awal pekan ini memerintahkan pembongkaran sebuah patung yang menyerupai penis di dekat jalan menuju ibukota Malta tersebut.
    Pembongkaran itu sehubungan dengan rencana kunjungan Paus. "Patung itu cabul dan memalukan," kata Walikota Schembri.

    Banyak penduduk Malta, negara yang hampir seluruhnya menganut Katolik, mengeluhkan patung itu. Pembuatnya menggambarkan karya itu sebagai representasi modern tiga-dimensi dari simbol zaman mesir kuno. Karya pematung kramik Paul Vella Critien yang serupa itu juga ada di Jerman, Italia, dan Australia.

    Paus akan berkunjung ke Malta menyusul laporan terakhir bahwa Gereja Katolik Malta menemukan tuduhan terhadap 45 pastor. Setengah dari kasus itu telah diputuskan tak punya dasar. Kendati begitu Gereja Katolik Malta menyebutkan bahwa satu kasus pun tetap tak boleh dibiarkan.

    | CNA | AP | ANDREE PRIYANTO

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.