KTT Nuklir Kedua di Korea Selatan Tahun 2012

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Boediono (kiri) disambut Presiden AS Barack Obama guna mengikuti jamuan makan malam pada pembukaan KTT Pengamanan Nuklir di Washington DC, Senin (12/4). ANTARA/Yopie Hidayat

    Wakil Presiden Boediono (kiri) disambut Presiden AS Barack Obama guna mengikuti jamuan makan malam pada pembukaan KTT Pengamanan Nuklir di Washington DC, Senin (12/4). ANTARA/Yopie Hidayat

    TEMPO Interaktif, Washington - Konferensi Tingkat Tinggi Pengamanan Nuklir di Washington DC, Amerika Serikat, memasuki agenda inti pada Selasa 13 April 2010 waktu setempat. Setelah sesi foto untuk seluruh pimpinan delegasi, Presiden Amerika Serikat Barack Obama memimpin sesi pleno pagi.

    Pleno pertama itu mendiskusikan berbagai upaya yang bisa dilakukan masing-masing negara untuk memastikan keamanan dan kendali terhadap bahan-bahan atau material nuklir.

    Para pemimpin dunia menaruh perhatian penuh pada persoalan ini karena material nuklir tidak harus yang berupa bomb grade untuk bisa menimbulkan kerusakan yang mengerikan. Material nuklir berkadar rendah juga bisa menjadi bahan baku untuk dirty bomb, yang juga menimbulkan dampak mengerikan di jangka panjang.

    Pada sesi makan siang, para peserta KTT mendiskusikan peran Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) dalam pengamanan material nuklir.

    Sedangkan sesi pleno terakhir membahas aksi internasional untuk mengamankan dan mencegah perdagangan gelap material nuklir. Di awal acara, Presiden Obama menyampaikan bahwa KTT Pengamanan Nuklir kedua akan berlangsung di Korea Selatan pada 2012 nanti.

    "Hasil KTT yang cuma dua hari ini sangat menggembirakan dan semua negara sepakat akan berbuat sesuatu. Rusia bahkan meminta pertemuan ini berlangsung setahun sekali," kata Wakil Presiden Indonesia Boediono, saat jumpa pers di Hotel Fullerton Washington DC, Selasa malam waktu setempat.

    WMU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.