Polandia Revisi Aturan Terbang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Presiden Polandia Lech Kaczynski and istrinya, Maria pada 5 November 2008.  REUTERS/Srdjan Zivulovic

    Foto Presiden Polandia Lech Kaczynski and istrinya, Maria pada 5 November 2008. REUTERS/Srdjan Zivulovic

    TEMPO Interaktif, Warsawa -Pejabat Presiden Polandia Bronislaw Komorowski mengatakan akan merevisi aturan perjalanan bagi para pejabat setelah kecelakaan tragis yang menewaskan presiden Polandia. Pesawat jet bermesin tiga buatan Rusia, Tupolev-154, itu menabrak pohon setelah pilotnya, Kapten Arkadiusz Protasiuk, 36 tahun, gagal mencoba mendaratkan pesawat.

    Jaksa penuntut umum Polandia, Andrzej Seremet, mengatakan para penyelidik dari Polandia telah berbicara dengan sejumlah anggota staf menara pengawas dan pengawas penerbangan di bekas bandara militer di Katyn itu. "Menara pengawas sudah memberi tahu kepada pilot agar pesawat tidak mendarat karena cuaca buruk," katanya.

    Pernyataan jaksa Seremet sekaligus menepis sikap saling menyalahkan di antara Rusia dan Polandia atas kejadian itu. Sebelumnya, seorang anggota parlemen Polandia menuding Rusia merekayasa kejadian itu. Polandia memendam luka setelah polisi rahasia Uni Soviet membantai 20 ribu petinggi Polandia pada 1940.

    Kuburan para petinggi Polandia yang dibantai semasa Stalin berkuasa itulah yang hendak dijenguk Lech Kaczynski di Katyn. Jaksa Seremet mengatakan, para penyelidik belum mendengarkan rekaman percakapan pilot dalam kotak hitam pesawat yang sudah ditemukan. "Kami akan dengarkan segera," ujarnya.

    Pesawat Tupolev-154 memang telah berumur 20 tahun, namun pesawat itu cukup tangguh dan cepat bahkan melebihi pesawat modern yang bermesin dua. Karena itu, meski boros bahan bakar dan berisik, para pejabat di Polandia masih suka menumpang pesawat yang terus-menerus diperbarui kondisinya tersebut.

    BBC | DAILYMAIL | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.