Perang di Somalia, Sedikitnya 19 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengangkat korban luka setelah terjadi bentrokan antara pasukan Uni Afrika dengan pejuang Islam di  Mogadishu, Somalia (13/4). REUTERS/Feisal Omar

    Warga mengangkat korban luka setelah terjadi bentrokan antara pasukan Uni Afrika dengan pejuang Islam di Mogadishu, Somalia (13/4). REUTERS/Feisal Omar

    TEMPO Interaktif, Sedikitnya 19 orang tewas, sebagian besar penduduk sipil, dalam sebuah pertempuran di tempat terpisah di ibu kota Somalia, Mogadishu.

    Tiga belas orang tewas ketika pasukan perdamaian dari Uni Afrika dan pemerintah memukul balik usai para militan menyerang acara perayaan militer.

    Sejumlah laporan menyebutkan, pasukan Uni Afrika menggunakan artileri berat di kawasan padat penduduk.

    Enam orang lainnya dilaporkan tewas akibat ranjau bom di dekat lapangan terbang Mogadishu.

    "Serangan itu tanpa pandang bulu," kata Ali Muse, Kepala Layanan Ambulance Mogadishu.

    "Tim kami berhasil mengumpulkan 16 mayat sipil, 55 lainnya korban luka. Beberapa anak tewas."

    Serangan dimulai sore hari, saat itu para pejuang Islam menembakkan mortir ke istana presiden dan lapangan terbang selama perayaan 50 tahun Angaktan Bersenjta Negara.

    Selanjutnya, pasukan pemerintah didukung Uni Afrika dilaporkan membalas serangan dengan tembakan artileri berat.

    Di bandara, sebuah ledakan menghantam kendaraan militer menewaskan dua serdadu, kata saksi mata Haji Dahir Igale.

    "Setelah itu penduduk setempat dan beberapa pejabat pemerintah lainnya bergegas ke tempat kejadian untuk menolong korban yang terluka. Saat mereka mengumpulkan korban, terjadi ledakan menewaskan empat warga sipil."

    Dalam dekade terakhir pemerintah Somalia tidak berfungsi. Para pejuang Islam menguasai sebagian besar bagian teritorial.

    BBC | CHOIRUL


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.