Kamboja Minta ASEAN Bantu Thailand

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pendukung Thaksin Shinawatra mengelilingi peti jenazah korban bentrokan dengan tentara Thailand di Bangkok (11/4).  AP/Apichart Weerawong

    Para pendukung Thaksin Shinawatra mengelilingi peti jenazah korban bentrokan dengan tentara Thailand di Bangkok (11/4). AP/Apichart Weerawong

    TEMPO Interaktif, Hanoi -Menteri Luar Negeri Kamboja Hor Namhong meminta Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN) membantu meredakan situasi yang tegang di Thailand. Hal itu disampaikan Hor Namhong menjelang penutupan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Hanoi, Vietnam.

    "Tak ada yang tahu apakah aksi ini akan berakhir atau justru memicu lebih banyak pertumpahan darah," ujar Hor Namhong. "Saya kira kita tak bisa diam begitu saja mempertaruhkan citra ASEAN." Karena itu, ia berharap ASEAN mencarikan solusi guna meredam situasi di Thailand, yang bisa meledak sewaktu-waktu.

    Adapun Menteri Luar Negeri Thailand Kasit Piromya jengkel saat ditanyai wartawan apakah masalah Thailand ikut dibahas dalam pertemuan itu. "Anda menanyakan hal yang sama berulang kali," katanya. "Tidak (dibahas)." Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengatakan masalah politik di Thailand tak dibahas.

    "Kami (ASEAN) menghormati sepenuhnya bahwa semua perkembangan ini jelas urusan internal," kata Menteri Marty. "Di saat yang sama, kami semua juga berharap melihat situasi (kembali) stabil. (Sebab) semua upaya mempersatukan kawasan... harus diikuti dengan stabilitas nasional."

    Sebelumnya, dalam konferensi yang dihadiri para pemimpin negara ASEAN itu--kecuali Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, yang berhalangan karena kisruh di negerinya dan digantikan Menteri Kasit--Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung mengatakan sejumlah anggota menghadapi pelbagai dilema politik.

    "Kondisinya kian meruncing," ujarnya, tanpa menyebut Thailand. Namun Menteri Hor Namhong, secara terpisah, buru-buru menyampaikan bahwa pemerintah Thailand telah mengatasi unjuk rasa pendukung bekas perdana menteri Thaksin Shinawatra itu secara tepat. "Aksi-aksi itu ditangani dengan baik," ujarnya.

    Hor Namhon membantah spekulasi bahwa Kamboja punya andil dalam unjuk rasa yang memakan sekitar 20 korban jiwa dan lebih dari 800 orang terluka itu. "Masalah Kaus Merah dan Kaus Kuning adalah urusan internal Thailand," katanya. "Kami (Kamboja) tak ada urusan dengan itu semua."

    Hor juga menegaskan, selama di Kamboja, Thaksin--yang ditunjuk sebagai penasihat ekonomi Perdana Menteri Kamboja Hun Sen--tak pernah sedikit pun menyatakan hal-hal yang menyudutkan Thailand. "Urusan kami urusan ekonomi. Anda tahu, selama di Kamboja dua kali, Thaksin tak bicara apa-apa soal Thailand."

    PHILSTAR | PHNOMPENHPOST | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.