Korea Utara Hentikan Kerja Sama Turisme dengan Korea Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto:Yusi Avianto Pareanom

    Foto:Yusi Avianto Pareanom

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Korea Utara memberi tahu Korea Selatan akan mulai meninggalkan proyek kerja sama turisme di negeri komunis itu pekan ini. Hal tersebut tampaknya menjadi langkah mundur yang lain dalam hubungan kedua negara.

    Kamis pekan lalu, Pyongyang menyatakan bakal membekukan beberapa aset pada Diamond Mountain yang indah, mengusir para pekerja Korea Selatan di lokasi itu, dan memulai membangun proyek dengan partner baru.

    Sehari kemudian, menurut Kementerian Unifikasi Seoul, Korea Utara juga mengabarkan mewujudkan rencananya besok, memulai dengan membekukan aset-aset Korea Selatan, termasuk sebuah pusat reuni bagi keluarga yang terpisah oleh Perang Korea. Belum jelas kapan Pyongyang mulai mengusir personel Korea Selatan.

    Yang pasti, menurut juru bicara kementerian itu, Lee Jong-joo, Korea Utara bakal membekukan aset-aset di lokasi tersebut. Tapi pihak Korea Selatan belum melakukan pembicaraan untuk mengirim para pejabat buat memenuhi permintaan Korea Utara.

    Korea Selatan menghentikan sebuah tur ke resor gunung di pantai utara Korea Utara pada Juli 2008 setelah seorang turis Korea Utara terluka parah akibat tertembak lantaran dituding memasuki area militer yang terlarang dekat resor tersebut.

    Korea Utara baru-baru ini menyatakan kesediaan memulai kembali tur, sumber uang sah buat rezim yang miskin. Namun Korea Selatan menyebutkan, Utara harus lebih dulu menerima investigasi bersama atas kasus penembakan warga Korea Selatan. Utara keluar dari proyek tur bersama, demikian dinyatakan pejabat Korea Utara kepada kantor berita KCNA kemarin. Hubungan kedua negara memang memburuk sejak pemerintah konservatif Seoul berkuasa pada awal 2008.

    AP | Dwi A


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.