Bakiyev Siap Pertumpahan Darah Rebut Kekuasaan Kyrgyzstan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kurmanbek Bakiyev. AP/Sergei Grits

    Kurmanbek Bakiyev. AP/Sergei Grits

    TEMPO Interaktif, Bishkek - Presiden Kyrgyzstan Kurmanbek Bakiyev yang digulingkan dalam pemberontakan berdarah pekan lalu, menyatakan tetap tidak akan melepas jabatan sebagai presiden dan setiap upaya untuk membunuh dia akan berdampak pada terjadinya pertumpahan darah besar-besaran di negara itu.

    "Saya ingin memperingatkan kepada mereka yang sekarang memburu untuk saya agar jangan melakukan itu karena ini hanya akan membawa tragedi besar untuk negara ini," tegas Bakiyev, Minggu waktu setempat.

    "Kami tenggelamkan (Kyrgyzstan) dalam darah jika mereka memilih untuk menyingkirkan saya. Jika mereka menggunakan kekerasan, maka orang di sekitar saya tidak membiarkan hal itu terjadi, dan itu berarti pertumpahan darah," lanjut dia.

    Bakiyev menyatakan pemimpin pemerintahan sementara yang baru harus bertanggung jawab atas tewasnya 81 orang selama terjadinya pemberontakan melawan dia.

    Berbicara di sebuah tenda tradisional "Yurt" di Jalalabad, Bakiyev, yang berusia 60 tahun, mengatakan ia tetap tidak mengakui legitimasi pemerintah sementara yang dipimpin pemimpin oposisi Roza Otunbayeva. Namun pihaknya telah menyiapkan sebuah langkah negosiasi.

    Kelompok oposisi pada 7 April lalu berhasil menguasai markas besar pemerintahan Kirgis menyusul bentrok berdarah antara pengunjuk rasa melawan pasukan keamanan mengakibatkan sedikitnya 81 orang tewas.

    Otunbayeva dalam sebuah wawancara, Minggu waktu setempat, mengatakan ia tidak akan menggunakan cara kekerasan terhadap Bakiyev tetapi pihaknya akan melakukan seruan untuk dapat menangkap Bakiyev dan kemudian mengadilinya.

    "Bakiyev harus memahami bahwa ia telah terjebak dalam kebuntuan," kata Otunbayeva. "Ketika Anda ditangkap, maka ... akan memungkinkan untuk melakukan investigasi dan pemeriksaan terhadap dirinya di bawah hukum," tambah Otunbayeva.


    REUTERS l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.