Amerika Sesalkan Kekerasan di Thailand

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Upacara Peringatan Korban Bentrokan di Bangkok antara demonstran Kaus Merah dan militer, Sabtu (10/4).

    Upacara Peringatan Korban Bentrokan di Bangkok antara demonstran Kaus Merah dan militer, Sabtu (10/4).

    TEMPO Interaktif, WASHINGTON, D.C. - Pemerintah Amerika Serikat mengutuk kekerasan yang terjadi di Thailand yang menewaskan sekitar 20 jiwa dan melukai sekitar 825 lebih dari 800 lainnya pada Sabtu (10/4). Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat PJ Crowley mengatakan Washington menyesalkan kekerasan yang menelan korban jiwa itu.

    "Kekerasan cara yang tak bisa diterima dalam menyelsaikan perbedaan-perbedaan politik," kata Jubir Crowley, Ahad (11/4), seraya menyeru kepada pihak-pihak yang bertikai untuk duduk berunding. "Kami himbau kepada Front Bersatu Menentang Kediktatoran dan aparat keamanan untuk bersama-sama menahan diri."

    Jubir Crowley lebih lanjut mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat percaya kedua belah pihak yang berseteru itu mampu mencari cara untuk mengatasi perbedaan-perbedaan itu secara damai. "Kami yakin perbedaan pendapat itu bisa diselesaikan secara damai melalui perudingan yang serius," tuturnya.

    Gedung Putih, kata Crowley, mewanti-wanti seluruh pihak yang terlibat dalam kisruh politik di Thailand bersama-sama bekerja mencari solusi atas perbedaan-perbedaan politik guna kian memperkuat demokrasi dan hukum di Negeri Gajah itu. "Amerika Serikat mendukung Thailand dan rakytanya selama masa sulit ini," ujarnya.

    Dalam aksi bentrokan di salah satu persimpangan di area bersejarah di Bangkok itu 14 dari 19 korban tewas adalah warga sipil. Seorang di antaranya adalah seorang pewarta foto asal Jepang yang bekerja untuk Kantor Berita Thomson-Reuters. Pusat Medis Narethorn menyebutkan empat korban tewas lainnya adalah prajurit Thailand.


    | THENATION | DPA | ANDREE PRIYANTO

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?