Pengunjuk Rasa Thailand Duduki Stasiun TV

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pendukung Thaksin Shinawatra bentrok dengan polisi ketika melakukan unjukrasa menentang pemerintah di pusat kota Bangkok, Thailand (6/4). AP/Wason Waintchakorn

    Sejumlah pendukung Thaksin Shinawatra bentrok dengan polisi ketika melakukan unjukrasa menentang pemerintah di pusat kota Bangkok, Thailand (6/4). AP/Wason Waintchakorn

    TEMPO Interaktif, Bangkok -Ribuan pengunjuk rasa berhasil menerobos barikade polisi dan tentara untuk menduduki sebuah bangunan di kompleks stasiun satelit di utara Bangkok. Gas air mata digunakan untuk menghadapi massa namun para pengunjuk rasa melawan balik dan mendesak mundur pasukan keamanan.

    Saluran Televisi Rakyat ditutup pemerintah Thailand, Kamis di bawah keadaan darurat yang diberlakukan di ibu kota negeri itu. Pendudukan ini menjadi kelanjutan dari unjuk rasa untuk menggulingkan pemerintah yang sudah berlangsung selama satu bulan.

    Kelompok Kaus Merah berkumpul di kompleks satelit setelah pemerintah menutup stasiun televisi rakyat yang merupakan sarana koordinasi bagi kelompok oposisi. Para pengunjuk rasa bertekad  membuat televisi itu kembali mengudara.

    Ribuan pengunjuk rasa berkemah di luar kota Bangkok selama hampir satu bulan dan bersumpah melawan undang-undang darurat dengan menggelar lebih banyak unjuk rasa. Untuk menghambat unjuk rasa, pemerintah sudah menerbitkan perintah penangkapan bagi beberapa pemimpin unjuk rasa.

    Sebelumnya, Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva menyatakan keadaan darurat di Bangkok akibat ketegangan politik yang semakin meningkat. Dalam pidato di televisi, Abhisit mengatakan langkah ini akan membantu "situasi kembali normal". Pihak berwenang kini memiliki kekuasaan tambahan untuk mengembalikan ketertiban.

    BBC | YR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?