Pemimpin Sementara Kyrgyz Cegah Perang Saudara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roza Otunbayeva berbicara kepada media saat dia berkunjung ke rumah sakit di Bishkek, Kyrgyzstan (9/4). AP Photo/Nina Gorshkova

    Roza Otunbayeva berbicara kepada media saat dia berkunjung ke rumah sakit di Bishkek, Kyrgyzstan (9/4). AP Photo/Nina Gorshkova

    TEMPO Interaktif, Bishkek - Kepemimpinan baru Kyrgyzstan mengatakan pada hari Jumat, akan mengendalikan angkatan bersenjata dan akan melakukan segalanya untuk mencegah perang saudara di negara Asia Tengah yang menjadi pangkalan udara Amerika Serikat dan Rusia.

    Roza Otunbayeva, yang memimpin pemerintah sementara, sejauh ini hanya diakui oleh Rusia. "Kami memiliki sumber daya yang cukup dan kemampuan dan dukungan semua orang yang kita butuhkan," kata Otunbayeva. "Semua pasukan bersenjata berada di bawah kendali kami. Kami akan melakukan segala kemungkinan untuk mencegah perang saudara."

    Otunbayeva memimpin oposisi untuk Bakiyev dalam pemberontakan hari Rabu, yang telah membawa republik Soviet lebih dekat ke Moskow dan mengangkat keraguan tentang masa depan pangkalan udara Manas Amerika Serikat, sebagai roda penggerak penting dalam operasi militer NATO di Afghanistan.

    "Bakiyev memiliki kesempatan untuk meninggalkan negara ini," kata Otunbayeva kepada wartawan. "Kami akan menjamin keamanan, hanya keamanan pribadinya, jika ia mengundurkan diri."

    Pangkalan udara Manas kembali beroperasi normal pada hari Jumat, juru bicara di pangkalan mengatakan, setelah sempat menghentikan penerbangan karena kekerasan di ibukota Bishkek. Namun, personilnya sudah tidak diizinkan untuk meninggalkan pangkalan sejak kudeta dimulai.

    Para pejabat Pentagon mengatakan Manas adalah pusat komando perang melawan Taliban, yang memungkinkan penerbangan bisa berjam-jam keliling masuk dan keluar dari Afghanistan. Ada 50.000 pasukan yang hilir mudik di Manas, pada bulan lalu saja. Namun, kepemimpinan Kirgizstan baru mengatakan mungkin akan mempersingkat masa sewa Manas kepada Amerika.

    Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin cepat-cepat menawarkan bantuan kepada para penguasa Krygyz baru, yang mengatakan Moskow telah membantu untuk mengusir Bakiyev. "Bukti terbesar dari Rusia dalam kudeta tersebut adalah kenyataan Rusia begitu cepat mengakui rezim baru, sedangkan Amerika dan Cina masih mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi," kata Nick Hari, chief executive intelijen bisnis perusahaan Diligence LLC.

    Pemberontakan itu dipicu oleh ketidakpuasan atas korupsi, nepotisme dan harga kebutuhan yang terus meningkat. Sepertiga dari penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Kiriman uang dari 800.000 Kyrgyz yang bekerja di Rusia yang menopang sekitar 40 persen dari PDB Kyrgyzstan.

    Bakiyev melarikan diri ke selatan negara itu, di mana ia memiliki dukungan tradisional di wilayah Osh dan Jalalabad. Sementara pasukan keamanan itu menembaki pengunjuk rasa yang mengepung gedung pemerintah di ibukota, Bishkek, pada hari Rabu.

    AP| NUR HARYANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.