Australia Tolak Permohonan Kewarganegaraan Sri Lanka dan Afganistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi asal Sri Lanka melakukan aktivitas di atas perahu mereka, yang dijaga oleh anggota Angkatan Laut  Indonesia, di perairan Banten (21/10). Mereka ingin mencari perlindungan ke Australia.(REUTERS/Beawiharta)

    Pengungsi asal Sri Lanka melakukan aktivitas di atas perahu mereka, yang dijaga oleh anggota Angkatan Laut Indonesia, di perairan Banten (21/10). Mereka ingin mencari perlindungan ke Australia.(REUTERS/Beawiharta)

    TEMPO Interaktif, Australia mengumumkan menolak permohonan kewarganegaraan manusia perahu asal Sri Lanka dan Afganistan.

    Menteri Imigrasi Chirs Evans mengatakan, keputusan itu dibuat "untuk mengubah keadaan" di negara-negara tersebut.

    Dia menambahkan, perpindahan mereka akan "mengirimkan pesan kuat soal penyelundupan manusia."

    Koresponden BBC di sana melaporkan, baru-baru ini sejumlah orang mencari suaka tiba di Australia dengan perahu. Mereka berasal dari Sri Lanka dan Afganistan.

    Pengumunan pemerintah Australia, Jumat, menyebutkan sebanyak 70 orang menggunakan perahu memasuki perairan Kepulauan Christmas melalui Samudera Hindia. Kini mereka mendekam dalam tahanan.

    "Ini kapal ke-38 yang memasuki perairan Australia," ujar Chris Evans.

    Sementara itu pejabat PBB yang mengurusi masalah pengungsi mengatakan pemerintah perlu mencari solusi baru untuk mengatasi masalah penyelundupan ribuan manusia yang berdalih mencari suaka di Australia melalui Indonesia.

    Manuel Jordao, perwakilan PBB untuk urusan Pengungsi di Indonesia menjelaskan, sekitar 4000 pencari suaka yang tercatat di UNHCR merapat ke Australia menggunakan perahu.

    Keputusan pemerintah Australia mungkin akan berubah sambil menunggu perubahan situasi selama tiga bulan di Sri Lanka dan enam bulan untuk Afganistan.

    BBC | Sydney Morning Herald | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.