Obama-Medvedev Teken Perjanjian Pengurangan Nuklir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. REUTERS

    Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. REUTERS

    TEMPO Interaktif, Praha - Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama hari ini bertemu Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Kedua pemimpin itu akan menandatangani perjanjian untuk mengurangi cadangan senjata nuklir negara masing-masing.

    Kesepakatan yang disebut Traktat Pengurangan Senjata Strategis (SART) itu dibuat untuk menggantikan perjanjian sebelumnya yang habis Desember tahun lalu. Obama menyebut ini sebuah perjanjian pengendalian senjata paling komprehensif dalam dua dekade terakhir.

    Presiden kulit hitam pertama Amerika itu juga menyebutkan SART akan menurunkan stok senjata nuklir Amerika dan Rusia hingga sepertiganya. “(Perjanjian) ini secara signifikan mengurangi peluru kendali dan peluncurnya,” kata Obama.

    Selepas acara penekenan SART, Obama akan mengadakan jamuan makan malam dengan pemimpin dari sebelas negara, yakni Bulgaria, Kroasia, Republik Cek, Estonia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Rumania, Slowakia, dan Slovenia.

    CNN/Faisal Assegaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.