Tiga Mata-Mata Mossad Dituntut Kerja Paksa Seumur Hidup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Beirut - Tiga orang Lebanon yang didakwa menjadi mata-mata Israel, dituntut hukuman kerja paksa seumur hidup. Tiga orang itu, Mussa Mussa beserta dua rekannya yang sekarang buron yakni Ali Soueid dan Ahmad Abdullah, menjual informasi gerakan pasukan Hizbullah kepada Israel.

    Jaksa militer Riyad Abu Ghayda dengan dua dakwaan: masuk Israel tanpa persetujuah  pemerintah Lebanon dan bekerja bagi Mossad.

    Setelah melakukan penyelidikan, Mussa Mussa pertama kali masuk Israel pada 1977. Mereka segera mendapat latihan militer selama 25 hari sebelum kembali  ke kampung halaman di Khiyam, wilayah selatan Lebanon yang dekat Israel.

    Suweid dan Abdullah kemudian menawarinya bekerja bagi Mossad pada 1998. Ketiganya kemudian bertemu dengan agen Mossad dan sepakat dengan pembayaran jasa mereka.

    Misi pertama Mussa adalah mengirim amplop cokelat kepada seseorang di Jalan Hamra, Beirut.

    Misi berikutnya, mereka diminta memberi informasi lokasi-lokasi Hizbullah di Khiyam, siapa pemimpin Hizbullah, apa mobilnya, bagaimana rapatnya, dan gerakan-gerakan pasukan mereka. Cara mengumpulkan informasi, ia berpura-pura sebagai pedagang ternak.

    Untuk berkomunikasi, Mussa mendapat nomor telepon Israel. Sedang uang itu dikirim dengan sistem yang disebut "The Fast Dead Mail Service". Agen Israel akan menggali tanah dan menaruh tanah di bawah pohon atau batu. Di pohon atau batu itu diberi tanda tertentu. Mussa tinggal menggali sedikit dan akan menemukan uangnya.

    Total, Mussa mendapat bayaran sampai US$30 juta untuk informasi yang ia berikan.

    DAILY STAR/NURKHOIRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.