Oposisi Klaim Kuasai Kirgistan, Lusinan Orang Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjuk rasa turun ke jalan menyerbu gedung-gedung pemerintah di Bishkek, Krygizstan (7/4). AP/Ivan Sekretarev

    Para pengunjuk rasa turun ke jalan menyerbu gedung-gedung pemerintah di Bishkek, Krygizstan (7/4). AP/Ivan Sekretarev

    TEMPO Interaktif, Bishkek - Pemimpin oposisi mengklaim telah mengambil alih Kirgistan, Rabu, menguasai markas besar tentara, stasiun televisi, dan gedung-gedung pemerintah lainnya setelah tejadi bentrokan antara polisi yang menyebabkan lusinan orang tewas di negara Asia Tengah yang menjadi basis militer Amerika Serikat.

    Presiden Kurmanbek Bakiyev terbang ke rumah di kota Osh, kota kedua terbesar di negeri itu dan mengatkan keadaan kian sulit setelah oposisi menguasai negara pegunungan.

    "Keamanan dan kementrian dalam negeri, semuanya dibawa manajemen rakyat," ujar Rosa Otunbayeva, mantan menteri luar negeri yang sekarang menjadi pemimpin oposisi, kepada Mir TV televisi berbahasa Rusia.

    Oposisi menyerukan penutupan pangkalan udara Amerika Serikat di Manas di luar ibu kota Bishkek yang menjadi kunci transit kebutuhan pelayanan dalam perang di perbatasan Afganistan.

    Pejabat senior Amerika yang tak mau disebutkan namanya mengatakan untuk sementara basis penerbangan dialihkan tetapi sampai sejauh ini Washington tak berniat menutup pangkalan tersebut. Jadwal pergerakan militer keluar masuk Afganistan tak terpengaruh.

    Seharian para pengunjuk rasa turun ke jalan menyerbu gedung-gedung pemerintah di Bishkek dan bentrok dengan polisi. Pasukan elite sempat membuang peluru tajam ke arah kerumuman pendemo.

    Menurut Menteri Kesehatan, akibat bentrok tersebut, 40 orang tewas dan lebih dari 400 terluka. Sementara aktivis oposisi Toktoim Umetaliyeva menyebut korban meninggal mencapai 100 orang karena tembakan polisi.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.