Presiden Afganistan Dituduh Pakai Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamid Karzai. REUTERS/Dusan Vranic

    Hamid Karzai. REUTERS/Dusan Vranic

    TEMPO Interaktif, WASHINGTON D.C. - Tuduhan bekas diplomat papan atas Amerika Serikat Peter Galbraith terhadap Presiden Afganistan Hamid Karzai tak bisa dipandang sebelah mata. Bekas Kepala Misi Perserikatan Bangsa Bangsa di Afganistan itu menuding Presiden Karzai mengalami "gangguan mental". Itu belum seberapa. Masih kata Galbraith, Karzai ditengarai memakai narkoba.

    "Ia (Karzai) rentan terhadap omelan. Ia mudah tersinggung, dan suka bertindak menuruti kata hatinya," kata Galbraith dalam wawancara dengan MSNBC, Rabu (7/4). "Sejumlah orang di dalam istana bilang bahwa ia punya dan begitu menyukai komiditi ekspor paling bernilai di Afganistan (opium-RED)." Komentar Galbraith itu muncul ditengah memanasnya hubungan Amerika Serikat dengan Afganistan.

    Ketegangan itu dipicu pernyataan Karzai selepas bertemu Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang melawat ke Kabul. Kepada media asing Presiden Karzai menuding Barat punya andil dalam kecurangan pemilu di negerinya. Menuduh serdadu-serdadu Barat mencampuri urusan domestik negaranya. Terakhir, Karzai mengancam akan bergabung dengan Taliban.

    "Kalau asing terus menerus menekan saya," kata Karzai di hadapan sidang parlemen Afganistan,"Lebih baik saya bergabung dengan Taliban." Galbraith, yang dicopot dari posisinya belum lama ini karena gagal dalam menangani kisruh kasus kecurangan pemilu di Afganistan itu, menganggap celotehan Karzai tersebut bukti betapa emosionalnya Sang Presiden. "Dia benar-benar mudah kehilangan kendali," ujar Galbraith. 

    | ABC | MSNBC | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.