Diduga Mata-mata, Venezuela Tahan Delapan Warga Kolombia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Leonardo Ramirez

    AP Photo/Leonardo Ramirez

    TEMPO Interaktif, Caracas - Presiden Hugo Chavez, Selasa, mengatakan Venezuela telah menahan delapan warga Kolombia yang diduga sebagai mata-mata.

    Berdasarkan identitas yang dibawa, mereka anggota militer Kolombia. Belum ada komentar dari Presiden Alavaro Uribe.

    Chaves menambahkan, para tertuduh yang ditahan lebih sepekan lalu membawa komputer dan telepon satelit, serta menggunakan kamera untuk mengambil foto-foto pembangkit tenaga listrik Venezuela.

    "Mereka memasuki negara untuk mengambil foto," kata Chaves dalam pidatonya di televisi. "Berdasarkan kartu identitasnya mereka adalah anggota angkatan bersenjata Kolombia. Pemerintah Kolombia harus mengklarifikasi."

    Kasus penahahan ini untuk pertama kalinya, pekan lalu, diberitakan oleh koran Kolombia El Tiempo. Dalam tulisannya, koran ini menyebutkan lima dari para terdakwa adalah anggota keluarga sama yang memiliki bisnis pembuatan es krim di Barinas. Sedangkan tiga sisanya merupakan karyawan perusahaan tersebut.

    Penahanan ini dapat memicu menaikkan tensi hubungan kurang harmonis antara Chaves dengan pemerintah Kolombia.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.