Markas Partai Abhsisit Digranat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas berjalan di depan truk yang terhantam sebuah granat di halaman parkir markas Partai Demokrat (6/4). AP Photo

    Seorang petugas berjalan di depan truk yang terhantam sebuah granat di halaman parkir markas Partai Demokrat (6/4). AP Photo

    TEMPO Interaktif, BANGKOK - Massa pendemo Kaus Merah membatalkan rencananya untuk berpawai menuju markas Partai Demokrat pimpinan Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva yang tengah merayakan HUT ke-67 tahun, Selasa (6/4). Pembatalan itu menyusul meledaknya sebuah granat di halaman parkir markas Partai Demokrat. "Ledakan itu melukai dua polisi dan seorang warga," kata Jurubicara Partai Demokrat Satit Pitutacha.

    Alhasil, massa Kaus Merah mengalihkan aksinya ke 11 jalan yang dilarang didatangi para demonstran menyusul lumpuhnya arus lalu lintas Bangkok semenjak para pendukung bekas Perdana Menteri Thaksin Shinawatra itu menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menduduki persimpangan Jalan Rajprasong dan Jembatan Pan Fah pada pekan kemarin.

    Sebelumnya Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva mengutuk aksi blokir jalan itu. "Demonstran sudah kelewat batas!" katanya, meski berjanji tetap mengupayakan penyelesaian secara damai lewat perundingan. Namun Deputi Perdana Menteri Suthep Thaugsuban berkehendak lain. Selasa (6/4), serta merta, Suthep mengancam akan memerintahkan polisi menangkap pemimpin aksi demo yang memblokir jalan itu.

    "Surat perintah penahanan buat 10 pemimpin Kaus Merah akan segera dibuat!" ujar Suthep, yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban itu. Itu artinya polisi bisa setiap saat meringkus para pemimpin aksi unjuk rasa tersebut di manapun dan kapanpun saja. Bukannya keder, pemimpin aksi demo Kaus Merah justru kian nekad menantang.

    "Kami tak gentar, silakan polisi tangkap kami," kata salah seorang pemimpin demo Jatuporn Prompan. "Mau sepuluh surat penahanan kek, kami tak akan mundur karena kami berjuang untuk demokrasi." Jatuporn malah menggertak balik pemerintah dengan mengeluarkan rekaman audio yang diklaim suara Perdana Menteri Abhisit yang memerintahkan aparat memakai kekerasan dan menghabisi para pemrotes. 

    | THENATION | BBC | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.