Jepang Sesalkan Eksekusi Akano  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO Interaktif, BEIJING - Pemerintah Cina menghukum mati seorang penyelundup obat terlarang asal Jepang Mitsunobu Akano, 65 tahun, Selasa (6/4). Akano merupakan satu dari tiga penyeludup obat terlarang lainnya asal Negeri Matahari itu. Mereka yang menunggu giliran untuk dihukum mati adalah Terou Takeda, 67 tahun; Hironori Ukai, 48 tahun; dan Katsuo Mori, 67 tahun.

    Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama menyesalkan hukuman mati itu. "Tapi kami menghargai proses hukum di negara lain," ujar Hayotama. Beijing memang telah memberitahu Tokyo tentang rencana eksekusi Akano tersebut. Akano merupakan warga Jepang pertama yang dihukum mati di Cina setelah kedua negara merajut kembali hubungan diplomatiknya pada 1972.

    Akano ditangkap pada September 2006 setelah kedapatan membawa masuk lebih dari 1,5 kilogram obat perangsang lewat sebuah bandar udara di Dalian, Provinsi Liaoning, timur laut Cina. Polisi ternyata menemukan 1 kilogram obat lagi di bagasi Akano. Alhasil, Akano dijatuhi hukuman mati pada Juni 2008. Akano lalu mengajukan banding atas vonis mati itu, tapi pengadilan menolaknya.


    | NEWSSTRAITSTIMES | ANDREE PRIYANTO

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.