Ledakan Tambang di Amerika Serikat, Enam Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah keluarga pekerja tambang Upper Big Branch Mine, Montcoal, West Virginia, menunggu dekat area pertambangan untuk mengetahui nasib keluarga mereka, setelah terjadi ledakan 6/4). AP/Jon C. Hancock

    Sejumlah keluarga pekerja tambang Upper Big Branch Mine, Montcoal, West Virginia, menunggu dekat area pertambangan untuk mengetahui nasib keluarga mereka, setelah terjadi ledakan 6/4). AP/Jon C. Hancock

    TEMPO Interaktif, Enam orang dilaporkan tewas akibat ledakan tambang batu bara di negara bagian West Virginia, Amerika Serikat, Senin waktu setempat.

    Media lokal mengutip keterangan petugas keamanan tambang mengatakan, selain merengut enam nyawa, 21 orang hingga saat ini belum diketahui nasibnya.

    Jeff Pullin, produser eksekutif di WOWK Stasiun TV13 di Charleston, West Virginia, menyebutkan "Sulit sekali dalam waktu dekat menyelamatkan 21 orang yang ada dalam tanah."

    Massey Energy pemilik Upper Big Branch Mine membenarkan adanya ledakan namun tak bersedia menjelaskan lebih detail. Robert Jelacis, seorang asisten layanan emergensi di West Virginia membenarkan adanya ledakan dan adanya sejumlah orang terluka, "tetapi kami tidak tahu berapa banyak."

    Sementara itu, The Assocated Press melaporkan, para petugas keamanan kini tengah berusaha keras menyelamatkan 19 orang yang terperangkap dalam tambang batu bara.

    Menurut direktur tambang Ron Wooten, ledakan terjadi pada sekitar pukul 3.00 p.m. di Massey Energy Co, tambang batu bara di Desa Raleigh sekitar 48 kilometer dari Charleston. Namun perusahaan tak menjelaskan detail kerusakan dan nama-nama korban.

    Para korban terluka kini dirawat intensif di Pusat Medis Daerah Charleston, jelas juru bicara Elizabeth Pellegrin. "Kami menyiapkan untuk pasien-pasien lainnya," katanya.



    AL JAZEERA | AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.