Taliban Bertanggung Jawab Serangan Konsulat Amerika di Peshawar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bom mobil meledak dekat gedung konsulat Amerika Serikat di Peshawar, Pakistan (5/4). AP/Mohammad Sajjad

    Sebuah bom mobil meledak dekat gedung konsulat Amerika Serikat di Peshawar, Pakistan (5/4). AP/Mohammad Sajjad

    TEMPO Interaktif, Taliban Pakistan mengaku bertanggung jawab atas serangan konsulat Amerika Serikat di Peshawar, timur laut Pakistan.

    Serangan ini merupakan salah satu dari sejumlah serangan untuk memukul beberapa kawasan pada Senin kemarin. Akibat serangan di distrik Lower Dir, 44 orang tewas. Sementara serangan di Peshawar beberapa jam kemudian menimbulkan enam korban tewas, 100 orang terluka.

    "Amerika musuh kami," ujar Azam Tariq, juru bicara Taliban. "Kami melakukan serangan ke konsulat di Peshawar dan merencanakan serangan lebih banyak lagi," tambahnya.

    Dalam serangan tersebut, tidak ada warga Amerika yang terluka. Tetapi sedikitnya dua personil keamanan dan empat penyerang tewas. Amerika mengutuk serangan tersebut. "Kami mengutuk keras aksi serangan tersebut," kata Robert Gibbs juru bicara Gedung Putih.

    "Perlu saya sampaikan, para ekstrimis di Pakistan berhasil membunuh warga Pakistan."

    Menurut keterangan polisi, sumber ledakan berasal dari dua mobil. Ledakan pertama terjadi di pos penjagaan berjarak 50 meter dari Konsulat, sedangkan ledakan lainnya tak jauh dari pintu gerbang Konsulat.

    Televisi Pakistan dalam siarannya menunjukkan gambar petugas keamanan terbakar dan asap membumbung di atas kawasan garnisun kota dekat dengan kantor agen dinas rahasia Pakistan di Peshawar, November lalu mengalami pengeboman.

    Zafar Jaspal, analis keamanan di Islamabad mengatakan kepada Al Jazeera, para penyerang telah merencanakan dengan baik dan memiliki kepercayaan sangat tinggi untuk menyerang target.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?