Ciuman di Depan Umum, Warga Inggris di Dubai Diadukan ke Pengadilan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Kamran Jebreili

    AP/Kamran Jebreili

    TEMPO Interaktif, Dubai - Seorang warga Dubai, Uni Emirat Arab, Ahad waktu setempat, meminta pengadilan menjatuhkan hukuman terhadap sepasang warga Inggris yang berciuman di sebuah restoran. Dubai menerapkan aturan ketat bagi pelanggar adab kesopanan.

    Pasangan ini diadukan ke pengadilan setelah seorang perempuan Emirat komplain karena keduanya melakukan adegan ciuman di depan umum. Sementara pasangan ini menolak keras tuduhan itu karena dia hanya saling mencolek pipi saja.

    Kedunya ditahan pada November lalu dan dihukum penjara karena melakukan perbuatan yang tidak pantas serta meminum minuman yang diharamkan.

    Dibandingkan dengan negara-negara Teluk, Dubai memililiki aturan sosial lebih lunak, tetapi penguasa setempat menerapkan hukum yang sangat ketat terhadap orang-orang yang melanggar adab kesopanan, misalnya mengenakan rok mini atau orang-orang yang tak sabar dalam berlalu lintas.

    Baru-baru ini, Ahad kemarin, sepasang muda mudi Italia dan Iran nampak berciuman di antara pengunjung Burj Khalifa, gedung pencakar langit tertinggi di dunia, di lantai 127. Bulan lalu, sepasang warga India dituntut tiga bulan penjara karena mengubah teks pesan dengan menguap. Sementara itu pada 2008, sepasang warga Inggris dipenjara tiga bulan karena kedapatan ngeseks di pantai, meskipun akhirnya hukuman itu ditangguhkan.

    Ayman Najafi dan Charlotte Adams, keduanya berusia 20 tahun, ditahan setelah seorang permpuan Emirat mengeluhkan perbuatan kaum muda ini asyik berciuman di restoran dimana saat itu dia sedang makan malam bersama anak perempuannya.

    Ketika hadir di pengadilan banding, Ahad, Najafi dan Adams tidak banyak berbicara. Pengacara mereka, Khalaf al-Hosany, mengatakan kepada pengadilan dalam sidang sebelumnya bahwa mereka mencium di pipi sebagai salam dan "keduanya tidak pernah bermaksud melanggar hukum."

    Hakim banding Iysar Fouad tetap pada keputusan yakni akan memenjarakan kedua pasangan dan denda US$270 atau setara dengan Rp 2,45 juta. Selanjutnya mereka akan dideportasi. Atas keputusan ini, kedua pasangan diberi kesempatan 30 hari untuk mengajukan banding ke pengadilan lebih tinggi.

    Menurut pengacara mereka, Najafi dan Adams tak memiliki hubungan. keduanya saling kenal saat berada di Dubai. Najafi bekerja di perusahaan pemasaran di Dubai sedangan Adams sedang melakukan kunjungan ke negara-kota Muslim yang memiliki pantai terkenal serta gedung pencakar langit tertinggi di dunia.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.