Rusia Bantu Venezuela Bangun Nuklir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Leonardo Ramirez

    AP Photo/Leonardo Ramirez

    TEMPO Interaktif, CARACAS - Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan Rusia akan membantu Venezuela dalam merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir, Sabtu (3/4). Hal itu disampaikan Chavez selepas bertemu dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin di Ibukota Craracas. Bukan hanya itu, kata Chavez, Rusia sepakat mengirimkan senjata dan membantu mengembangkan industri ruang angkasa.

    "Kami tak bermaksud membuat bom atom," kata Presiden Chavez. "Venezuela juga telah memasuki perlombaan ruang angkasa karena itu kami butuh bantuan dari Rusia yang punya pengalaman segudang." Menurut Chavez negaranya telah memiliki kemampuan membuat peluncur satelit dan sebuah pabrik satelit. "Kami telah melakukannya bersama Cina, tapi Rusia ingin kami memiliki teknologinya."

    Bukan sekadar omong kosong, kehadiran bekas Presiden Rusia pada Jumat (2/3) itu disertai kehadiran satu unit Antonov 124, pesawat kargo raksasa buatan Rusia yang mengantar 4 heli tempur Mi-17 pesanan Departemen Pertahanan Venezuela. Negeri Penghasil Minyak Terbesar di Amerika Latin itu juga mendapat kredit US$ 2,2 miliar dari Rusia buat membeli Tank T72 dan peranti sistem anti-pesawat.

    "Venezuela belum sepenuhnya memakai pinjaman sebesar US$ 2,2 miliar yang kami berikan dalam kerjasama jangka panjang pembaharuan persenjataan militer Venezuela," kata Putin. Venezuela dan Rusia juga menyepakati kerja sama eksplorasi minyak bumi di Venezuela timur yang bernilai multi juta dollar Amerika Serikat itu.


    | ALJAZEERA | BBC | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.