Darah Pendukung Thaksin Tercemar HIV  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran yang meupakan pendukung mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra menyiramkan darah ke kantor Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva. AP Photo/Apichart Weerawong

    Demonstran yang meupakan pendukung mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra menyiramkan darah ke kantor Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva. AP Photo/Apichart Weerawong

    TEMPO Interaktif, BANGKOK - Pemerintah Metropolitan Bangkok mengatakan darah yang disiram para pengunjuk rasa Kaus Merah mengandung virus HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C. "Sekitar 2 persen darah tercemar HIV, 5 persen lainnya Hepatitis B dan Hepatitis C," ujar Deputi Gubernur Bangkok Dr. Malinee Sukvejvorakij, Sabtu (3/4). Kata Malainee kesimpulan itu merupakan hasil uji coba sampel darah dari para demonstran.

    Pada Kamis (1/4) lalu dokter Kusul Prawichpaiboon mengatakan bahwa darah yang diguyurkan di depang gerbang Wisma Pemerintah, markas Partai Demokrat, dan rumah Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva mengandung penyakit. Tudingan itu membuat dokter Weng Tojirakarn, salah seorang pemimpin Kaus Merah meminta pemerintah memeriksa darah yang dikumpulkan para demonstran tersebut.

    Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mahidol Dr. Rajata Rajatanavin membenarkan bahwa salah satu darah yang dijadikan sampel terbukti terinfeksi. "Sampel itu dari sebuah rumah sakit," kata Dr. Rajata. "Seusai standar kerahasiaan, kami tak bisa menyebut siapa pemilik darah itu." Adapun Dewan Kedokteran Thailand mengatakan tak akan menghukum dokter Kusul atas pernyataannya soal darah.

    "Ia [Kasul] hanya memberi informasi dan mengingatkan masyarakat," ujar Presiden Dewan Kedokteran Thailand Dr. Somsak Lohlekha. Ia juga tak akan menghukum dokter yang melanggar etika kedokteran dengan membantu mengambil darah para demonstran Kaus Merah. "Kami tak mau terjebak dalam kemelut politik," tutur Dr. Somsak, lagi. "Kami cuma berharap semoga hal ini tak terulang lagi."

    THE NATION | ANN | ANDREE PRIYANTO
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.