Seorang Pemulung Mewariskan Rp 13,8 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Stockholm - Anda boleh percaya boleh saja menyangsikan. Seorang pemulung yang biasa mengumpulkan kaleng-kaleng dan sisa makan dari tempat sampah meninggalkan kekayaan satu juta poundstreling atau Rp13,8 miliar ketika dia meninggal.

    Curt Degerman, yang dijuluki 'Tin-Can-Curt', ternyata pintar melakukan investasi pasar saham hanya dengan uang receh yang dikumpulkan sedikit demi sedikit. Sewaktu muda, Degerman sehari-harinya biasa terlihat bersepeda di sekitar kota Swedia utara Skelleftea dengan mengenakan jaket biru dan celana robek dan kotor.

    Dia dikatakan bergaya hidup sederhana. Namun di antara mengumpulkan kaleng dan botol dari tempat sampah di kota pesisir itu, ia juga akan dijumpai di perpustakaan kota sedang asyik dan tekun mempelajari pasar saham di koran ekonomi.

    "Dia pergi ke perpustakaan setiap hari karena dia tidak mampu membeli koran. Tapi dia tahu pasar saham," kata sepupunya kepada wartawan pada saat kematiannya. Dia meninggal terkena serangan jantung, pada usia 60, pada tahun 2008.

    Saat itulah kerabat menemukan dia memiliki portofolio saham dan saham senilai lebih dari 700.000 pound sterling. Selain itu, ia telah membeli 124 batang emas senilai 250.000 pound sterling. Dia juga memiliki rumah sendiri dan memiliki lebih dari 4.000 pound sterling di rekening bank. Selain itu, ditemukan lebih dari 270 pound sterling uang receh di dalam rumahnya.

    Dia meninggalkan hartanya kepada sepupunya yang telah mengunjungi dia secara teratur di akhir hidupnya. Tetapi di bawah hukum Swedia, paman Degerman adalah yang berhak untuk mewarisi kekayaannya.

    Perseteruan antara pewaris inilah yang saat ini ditinggalkan Degerman, selain hartanya. Pewaris harta Degerman sempat berebut harta kekayaan yang nilainya fantastis itu. Namun, dikabarkan dua pewaris itu telah mendekati kesepakatan.

    SKYNEWS| NUR HARYANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.