Setelah 12 Tahun Disandera, Serdadu Kolombia Dibebaskan Gerilyawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • patdollard.com

    patdollard.com

    TEMPO Interaktif, Seorang serdadu Kolombia dibebaskan oleh gerilyawan sayap kirip FARC setelah disandera selama 12 tahun.

    Sersan Pablo Emilio Moncayo ketika disandera gerilyawan FARC masih berusia 19 tahun. Ia dibebaskan atas misi kemanusiaan, selanjutnya diangkut helikopter.

    "Saya berterima kasih kepada Tuhan dan Ayahku. Anda tak bisa merasakan nikmatnya kembali ke peradaban," ujarnya. Kini dia berkumpul kembali dengan keluarga di kota Florencia. Perhatian nasional terhadap Sersan Moncayo mulai 2007 saat ayahnya Gustavo melakukan kampanye ke berbagai negara bagian untuk pembebasan putranya.

    Komite Palang Merah Internasional, Senator Piedad Cordoba dan Uskup Leonardo Gomez Serna terbang ke sebuah lokasi yang disepakati bersama Tentara Revolusioner Kolombia (FARC). Atas pembebasan tersebut, Presiden Alvaro Uribe mengatakan, "Kami menyambut baik kembalinya Sersan Moncayo. Kolombia menerima dengan tangan terbuka atas kembalinya dia dari penahanan dan mengutuk para penculiknya."

    FARC hingga saat ini telah bertempur melawan pemerintah Kolombia selama kurang lebih empat dekade. Mereka kini menahan 20 pejabat kepolisian dan tentara. Selain membebaskan Sersan Pablo Emilio Moncayo, sebelumnya FARC membebaskan Josua Daniel Calvo, Ahad waktu setempat, setelah hampir setahun ditahan. Namun, mereka menyatakan tidak akan ada lagi pembebasan sandera sebelum pemerintah setuju melakukan negosiasi.

    Presiden Uribe yang menerapkan kebijakan keamanan garis keras, mengindikasikan bersedia melakukan pertukaran ratusan pemberontak yang ditahan demi para sandera. Namun dia mensyaratkan seluruh gerilyawan yang dibebaskan tidak boleh bergabung kembali dengan para pemberontak.

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.