Stasiun Televisi Rusia Tayangkan Wajah Black Widow

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Misha Japaridze

    AP Photo/Misha Japaridze

    TEMPO Interaktif, Moskow - Wajah yang berlumuran darah dari dua perempuan pembom bunuh diri yang menyerang sistem bawah tanah Moskow telah ditayangkan dalam gambar yang diambil setelah ledakan.

     

    "Black Widows" dianggap bertanggung jawab atas kematian 39 orang dalam ledakan dua bom di kereta bawah tanah di kota Moskow pada jam sibuk. Moskow telah menggelar hari berkabung dengan bendera setengah tiang dan berbagai program hiburan dibatalkan.

    Gereja Ortodoks Rusia juga diharapkan untuk menggelar doa untuk korban pemboman di Katedral Kristus sebagai gereja yang terbesar di Moskow.

    Sementara Militan dari Kaukasus Utara telah dituduhbertanggung jawab atas serangan paling mematikan di ibukota Rusia selama setengah dekade ini. Rusia telah berjuang melawan pemberontakan di daerah muslim terutama, yang telah menyebar dari Chechnya.

    Perdana Menteri Vladimir Putin mengatakan mereka yang bertanggung jawab akan "hancur", sementara Presiden Dmitry Medvedev menggambarkan para penyerang sebagai "binatang buas". Serangan beruntun itu datang pada puncak Moskow jam-jam sibuk.

    Saksi menggambarkan jam-jam sibuk pagi menjadi panik di dua stasiun pusat di Moskow, ketika komuter itu anjlok dan bertabrakan satu sama lain dengan diselubungi asap tebal dan debu. Keadaan semakin kacau ketika para penumpang mencoba untuk melarikan diri dari serangan terburuk di ibukota Rusia dalam enam tahun terakhir.

    Kepala Dinas Keamanan Federal (FSB), Alexander Bortnikov mengatakan kepada Presiden Dmitry Medvedev bahwa bom itu diisi dengan baut dan batang besi. Ia menghubungkan serangan ke Kaukasus Utara, di mana Moskow menghadapi ancaman dari kelompok Islamis yang tumbuh sebagai kelompok perlawanan yang telah mengancam akan menghantam kota-kota Rusia dan target ekonomi lainnya.

    Ledakan pertama merobek gerbong kedua dari sebuah kereta metro sebelum jam delapan pagi, di stasiun Lubyanka, dekat dengan markas besar keamanan dalam negeri Rusia, FSB (dulu KGB).

    Sekitar 40 menit kemudian, ledakan bom lain di gerbong kedua atau ketiga saat kereta api menunggu di stasiun metro Kultury Park, di seberang Gorky Park, dan menewaskan 12-14 orang lebih, seorang jurubicara pelayanan darurat mengatakan melalui telepon.

    SKYNEWS| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.