Qaddafi Usulkan Nigeria Dipecah Jadi Dua Negara, Islam dan Kristen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Venezuela Hugo Chavez (kanan) dan Pemimpin Libya Muammar Kadhafi , melambaikan tangan saat keduanya bertemu di pulau Margarita, Venezuela (29/9). Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

    Presiden Venezuela Hugo Chavez (kanan) dan Pemimpin Libya Muammar Kadhafi , melambaikan tangan saat keduanya bertemu di pulau Margarita, Venezuela (29/9). Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

    TEMPO Interaktif, Pemimpin Libya Muammar Qaddafi, Senin waktu setempat, mengatakan Nigeria seharusnya dibagi ke dalam beberapa negara sesuai dengan etnis seperti di Yugoslavia. Hal itu jalan terbaik memecahkan masalah bangsa di Afrika.

    Namun demikian, pendapatnya membuat pemerintah Nigeria marah.

    Dia jelaskan, Nigeria negeri kaya minyak seharusnya mengikuti model Yugoslavia yang membagi negara sesuai dengan kelompok etnis dan agama, setelah sebelumnya pemimpin eksentrik ini menyebut dua negara berpisah sesuai dengan garis agama seperti yang dilakukan oleh India (Hindu) dan Pakistan (Islam) pada 1947.

    Belum lama ini, Qaddafi menyatakan Nigeria seharusnya dibagi menjadi dua negara Muslim dan Kristen untuk mengakhiri bentrok komunal yang berlarut-larut. Tak urung mendapatkan sambutan baik, justru pernyataan ini membuat Nigeria marah bahkan memanggil pulang duta besarnya di Tripoli.

    "Sebenarnya, masalah Nigeria tidak cukup dipecahkan dengan pemisahan Muslim dan Kristen. Ada banyak orang yang menganut agama lainnya juga menginginkan kemerdekaan," ujar pejabat Libya mengutip pendapat Qaddafi yang seperti dilaporkan kantor berita JANA.

    Menteri Luar Negeri Nigeria mengatakan pendapat Kolonel Qaddafi tak bertanggung jawab. "Dia telah bermain sandiwara," ujarnya. Tak kalah galak, seorang senator Nigeria menuduh Kolonel Qaddafi yang saat ini menjadi Ketua Uni Afrika adalah seorang "manusia gila."



    BBC | ARABNEWS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.