Ada-ada Saja, Bayi Kembar Diberi Nama Tengah Danger

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayi kembar yang diberi nama tengah

    Bayi kembar yang diberi nama tengah "Danger". Skynews

    TEMPO Interaktif, Sydney - Hanya waktu yang bisa menjawab. Dua bayi kembar Australia ini diberi nama tengah oleh orangtuanya “Danger” arti harafiahnya jelas “Berbahaya”.

    Apakah Billie dan Ripdley Lampard saat sudah besar kelak akan menuntut kedua orang tua mereka dengan nama tengah mereka? Atau sejak awal anak-anak ini akan dikenalkan dengan penyair dan seniman Shakespeare, yang terkenal dengan kata-katanya “Apalah arti sebuah nama”?. Ya hanya waktu yang bisa menjawab.

    Si kembar yang usianya kurang dari seminggu ini menjadi terkenal hampir di seluruh benua bahkan di separuh dunia dengan nama uniknya ini. Glenn, ayah dua bocah kembar itu mengaku bangga ketika mengatakan kepada koran lokal Australia Herald Sun. "Danger adalah nama tengah saya," katanya, untuk dirinya sendiri.

    Dia dan istri Amy melanjutkan nama yang tak biasa ini untuk anak-anak mereka, dengan resmi penamaan bayi mereka dengan nama Billie Danger Lampard dan Ridley Danger Lampard. "Kami benar-benar menikmati memanggil mereka si Kembar Danger saat ini. Ini sedikit hal baru," katanya.

    Tidak semua orang sependapat dengan nama ini. Ibu si kembar mengatakan bahwa dengan nama tengah “Danger”, kemudian keluarganya menerima reaksi campuran dari keluarga dan teman-teman. Tapi pasangan dan anak-anak kembar mereka tidak dapat mengklaim menjadi yang pertama memberi nama "Danger" di Australia.

    Mantan atlet rugby Australia dan internasional, saat ini pemain liga rugby Mat Rogers dan pasangannya memiliki anak laki-laki berusia tiga tahun, yang diberi nama Max Danger.


    SKYNEWS| HERALDSUN| NUR HARYANTO|


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.