Pemimpin Burma Ancam Lawan Pemecah Belah Dalam Pemilu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Burma Jendral Than Shwe/AFP

    Pemimpin Burma Jendral Than Shwe/AFP

    TEMPO Interaktif, Naypyidaw – Pemimpin junta militer Burma hari ini, Sabtu (27/3), mengeluarkan peringatan melawan “pemecah belah” dan “fitnah” dalam kampanye pemilu, yang menurut pejabat senior Burma, akan digelar awal November.

    “Kampanye yang tidak patut atau tidak tepat harus dihindari, seperti penyebaran fitnah oleh politikus atau partai untuk memperoleh kemenangan dalam pemilu,” kata pemimpin militer Burma Than Shwe setelah memeriksa barisan prajurit dari limusin terbukanya saat acara parade militer di ibukota Burma yang baru, Naypyidaw.  

    Pada kesempatan itu, Than, 77 tahun, juga mengecam campur tangan oleh pihak asing dan menegaskan agar kampanye bebas dari tindakan memecah
    belah yang bisa menyebabkan perpecahan diantara nasionalis dan agama.

    Seorang pejabat senior kepada AFP mengatakan masing-masing kandidat akan berkampanye selama 6 bulan setelah mereka mendaftar. “”Pemilu akan digelar minggu terakhir Oktober atau awal November,” katanya tanpa menyebutkan nama.

    Meski pemilu tinggal beberapa bulan lagi, namun gedung parlemen di ibukota Burma baru masih dalam perbaikan. Namun seorang petugas yang terlibat dalam pembangunan memastikan pembangunan itu sudah selesai 70 persen dan siap dipakai pada akhir tahun.

    MYSINCHEW | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.