Iyad Allawi Secara Mengejutkan Menang Pemilu Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pekerja memasang poster  Hassan Karim Hashem (kiri), dan mantan Perdana Menteri  Ayad Allawi (kanan) di Basra, kota terbesar kedua di Irak berjarak 550 kilometer sebelah selatan Bagdad, Jumat 12 Februari 2010.(AP Photo/ Nabil al-Jurani)

    Para pekerja memasang poster Hassan Karim Hashem (kiri), dan mantan Perdana Menteri Ayad Allawi (kanan) di Basra, kota terbesar kedua di Irak berjarak 550 kilometer sebelah selatan Bagdad, Jumat 12 Februari 2010.(AP Photo/ Nabil al-Jurani)

    TEMPO Interaktif, Bagdad -Kubu mantan Perdana Menteri Iyad Allawi memenangkan kursi terbanyak dalam pemilu parlemen Irak. Ia diperkirakan akan menduduki kursi perdana menteri menggantikan Nouri Maliki.

    Pejabat pemilu Irak mengatakan koalisi yang dipimpin Allawi mendapat dua kursi lebih banyak dari Maliki dalam pemilu yang digelar 7 Maret. Kubu Allawi meraih 91 kursi melawan 89 kursi kursi Maliki.

    Hasil akhir ini dinilai mengejutkan karena Maliki sebelumnya diramalkan bakal menang mudah. Maliki memimpin perolehan suara pada penghitungan pada dua pekan pertama, tapi selanjutnya suara Allawi mulai menyalip.

    Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Irak menggambarkan pemilu "bisa diterima" dan mendesak warga Irak menerima hasil akhir. Allawi harus membentuk pemerintah koalisi karena dia tak menguasai mayoritas.

    Dikhawatirkan kemenangan tipis ini akan menciptakan kekerasan dan kisruh baru di tingkat elite Irak. Ini terbukti dari pernyataan Maliki yang masih mempertanyakan hasil itu dengan mengatakan penghitungan suara masih belum selesai sama sekali.

    Maliki mengulangi permintaan agar komisi pemilu menghitung ulang kertas suara. Ia juga menegaskan bahwa kelompoknya tetap akan membentuk pemerintah baru. Komisi pemilu telah menolak melakukan penghitungan secara manual atas seluruh kertas suara yang masuk.

    Beberapa jam sebelum hasil akhir pemilu diumumkan, terjadi dua ledakan di kota Khalis propinsi Diyala yang menewaskan setidaknya 40 orang dan melukai lebih dari 60 lainnya.

    BBC | YR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.