Eropa Selamatkan Yunani Yang Nyaris Bangkrut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Michael Sohn

    AP Photo/Michael Sohn

    TEMPO Interaktif, Brussels -Yunani yang ekonominya nyaris ambruk beroleh janji dukungan finansial dari negara-negara lain yang menggunakan mata uang euro dan IMF dalam sebuah kesepakatan yang bertujuan menyelematkan krisis utang.

    Program bailout bersama Eurozone dan IMF datang dengan syarat-syarat ketat, yang memperketat uang ke Yunani sekarang. Bisa cair hanya jika Yunani -atau para anggota eurozone yang dilanda krisis finansial- tak bisa mendapatkan bantuan dari pasar uang dan bakal disediakan kesepakatan dari 16 anggota Eropa untuk menggelontorkan dana pinjaman.

    Kesepakatan yang ditetapkan pada sebuah pertemuan yang berakhir semalam waktu Brussels, oleh para pemimpin Uni Eropa adalah tanda kemenangan Kanselir Jerman Angela Merkel, yang mendesak bahwa sebuah penyelematan untuk Yunani hanya bisa ketika negara itu sudah menyerah. Dia juga berkukuh talangan apapun musti termasuk IMF.

    Keputusan itu juga berarti kekalahan Prancis dan Bank Sentral Eropa, yang menentang pilihan IMF tak perlu dilibatkan karena cemas hal itu bakal merusak prestis euro dan menunjukkan bahwa Eropa tak bisa menyelesaikan krisis keuangan anggotanya. Sebelumnya eurozone tak pernah melirik IMF.

    Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Jean-Claude Trichet bilang dia ingin sebuah program yang menegaskan pemerintah "tanggungjawab maksimum" tentang batas utang, meminta program sebagai "solusi yang bisa diterapkan" yang bakal "secara normal tak perlu diaktifkan".

    Dia menyebut Yunani seharusnya sekarang bekerja keras "mendapatkan kembali kepercayaan pasar secara progresif" dan bisa mengubah suku bunga pada tingkat lebih rendah. Trichet juga bilang pasar bakal berakhir lebih cair. "Itu asumsi saya," katanya semalam.

    AP/dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?