Inggris Minta Polisi Awasi Pelanggan Warnet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO Interaktif, London - Pelanggan internet kafe atau warung internet di ibukota Inggris akan terpantau dan bisa dilihat apa yang mereka unduh dari internet. Scotland Yard meminta administrator web untuk secara berkala menelisik dokumen yang diunduh pelanggannya dan mengawasi aktivitas yang mencurigakan.

    Polisi Metropolitan Kamis (25/3) mengatakan inisiatif ini telah diluncurkan selama seminggu oleh Counterterrorism Strategi. Aturan ini ditujukan pada pemilik kafe bahwa pihak berwenang siap mendengar dari mereka jika mereka memiliki masalah tentang pengguna internet mereka.

    Poster dan gambar desktop komputer yang dihiasi dengan logo Scotland Yard juga sedang didistribusikan.

    "Ini bukan soal meminta pemilik untuk memata-matai pelanggan mereka, ini tentang meningkatkan kesadaran," kata juru bicara polisi yang meminta namanya tak disebutkan karena ia tak berwenang berbicara pada media. "Kami tidak meminta mereka untuk menyampaikan data ke kita."

    Namun, katanya, polisi "Mendorong orang untuk memeriksa hard drive." Dia mengatakan hal itu tak serumit yang dibayangkan karena pemilik kafe hanya diminta memantau dokumen yang pelanggan ditinggalkan di komputer mereka.

    Memeriksa hard drive bisa mengungkapkan apa yang pelanggan unduh akan cukup mudah dilakukan jika situasi sesuai. Graham Cluley dari perusahaan keamanan software Sophos mencontohkan, pemilik kafe dapat mempertimbangkan sebuah web browser untuk menyaring program untuk mengunduh dokumen yang dilakukan pelanggan meski mungkin akan sulit dilakukan di kafe yang sibuk.

    Tapi Cluley juga mengatakan, pemakai komputer juga cerdas melakukan langkah sederhana. Cluley mengatakan "tidak ada salahnya mengawasi terbuka."

    Sementara ini, aturan tersebut tidak mengikat dan pemilik dapat mengabaikan permintaan polisi itu dengan alasan kebebasan sipil. Satu kata itu berisiko menciptakan suasana ketakutan sementara pengguna Internet menuntut privasi mereka terlindungi.

    Simon Davies, direktur Privacy Inggris berbasis Internasional mengakui bahwa orang-orang mungkin memiliki harapan yang lebih rendah atas privasi di kafe Internet daripada di rumah, karenanya komunikasi mereka harus tetap disimpan untuk diri mereka sendiri.

    "Kami berharap bahwa panggilan dari telepon umum akan dipantau lagi daripada kita harus mengharapkan e-mail yang akan dimonitor," katanya. "Sebagai warga kita harus memiliki hak mendasar yakni privasi komunikasi."

    Polisi mengatakan para pemilik kafe Internet harus tetap waspada dalam berbagi kesempatan karena tempat mereka yang digunakan oleh teroris dan penjahat lainnya dalam upaya untuk menghindar pendeteksi. Juru bicara polisi mencatat bahwa orang-orang di belakang komplotan yang akan meledakkan jet Amerika dengan bahan peledak cairan disekresi di wadah minuman ringan menggunakan kafe Internet untuk mengkoordinasikan persekongkolan mereka.

    Sejauh ini inisiatif polisi itu hanya ditandai dengan beberapa poster bernada peringatan tegas terhadap pelanggan untuk mengakses "tidak pantas atau konten yang menyinggung" yang diumumkan di kafe-kafe internet di berbagai daerah di London. Gambar desktop yang dipromosikan oleh Scotland Yard tidak terlihat di beberapa kafe utara London seperti dipantau Associated Press.

    Lembaga Kepolisian Federal Jerman Bundeskriminalamt tidak memiliki program serupa, kata juru bicara Barbara Huebner. Sementara kafe-kafe internet Perancis umumnya tidak memonitor aktivitas pengguna.

    Di sebuah kafe Internet Paris yang merupakan bagian dari jaringan perusahaan warnet, karyawan tidak diperbolehkan melihat apa yang pelanggan mereka teliti di Internet. "Itu pribadi, untungnya," kata karyawan Pierre Larroque, 31.

    Kembali ke Inggris, K. Jama dari IFKA Tele.com di daerah Camden London Utara mengatakan kafe tidak bisa diganggu untuk memantau para pelanggannya. Namun poster dari polisi itu cukup berguna untuk mendeteksi penjahat. "Ketika mereka melihat poster tergantung di sana, mereka akan berpikir dua kali, itulah yang utama," kata Jama.

    Tapi Arash Assam, 18 tahun siswa yang sedang membuka akun Facebook di warnet tepat di bawah poster peringatan dari polisi itu tidak terkesan. "Saya bahkan tidak menyadari hal itu," katanya.

    Inisiatif memberlakukan aturan ini dikritik. Sebuah laporan yang diterbitkan oleh sebuah komite hak asasi manusia Kamis mengatakan semua kebebasan sipil terlalu sering "diperas oleh keharusan keamanan nasional dan keselamatan publik" dalam memerangi terorisme.

    Pemerintah mengatakan ancaman teroris terhadap Inggris "nyata dan serius."

    AP | HAYATI MAULANA NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.