Pelacur Asing Bayar Pria Malaysia Rp 13,7 Juta untuk Jadi Suami

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Para wanita asing yang menjadi pelacur di Malaysia membayar pria lokal 5.000 ringgit Malaysia (Rp 13,7 juta) per bulan untuk menjadi suami mereka. Hal tersebut dilakukan agar para pelacur bisa tetap bekerja di Malaysia. Akibatnya, hanya satu dari 25 pernikahan di Malaysia yang melibatkan wanita asing yang murni karena cinta.

    Menurut peraturan imigrasi di Malaysia, warga negara asing yang menikah dengan warga Malaysia bakal mendapat visa tiga bulan sebelum akhirnya mendapat izin tinggal setahun. Izin tersebut bakal diperbaharui secara otomatis.

    Direktur Jenderal Imigrasi Malaysia Abdul Rahman Othman mengatakan kepada New Straits Times bahwa para pelacur dari luar Malaysia mencari suami warga negara Malaysia agar mereka bisa mendapat visa jangka panjang.

    Menurut Datuk Abdul Rahman, meski pelacuran ilegal di Malaysia, wanita-wanita tersebut tidak bisa dihukum dengan menggunakan peraturan imigrasi karena pernikahan mereka legal. Namun, mereka bisa dihukum dengan menggunakan peraturan asusila.

    Menurut dia, para pelacur asing bisa mendapatkan 20 ribu ringgit (Rp 54,9 juta) Malaysia per bulan. Sehingga, upah yang mereka bayar sebesar 5.000 ringgit (Rp 13,7 juta) Malaysia kepada para suami mereka bisa tertutupi. Dan mereka pun bisa tinggal lama di Malaysia dengan memperbaharui visa mereka.

    Datuk Abdul Rahman mengatakan dengan kenyataan tersebut bisa diasumsikan dalam 25 pernikahan yang melibatkan wanita asing di Malaysia, hanya satu yang benar-benar murni karena cinta.


    STRAITSTIMES| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.