Wow, Orang Kaya Cina Menjemput Anjing Mastiff dengan 30 Mercy  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.guardog.biz

    www.guardog.biz

    TEMPO Interaktif, Beijing -Di Cina, orang tak bisa disebut kaya jika tak memiliki anjing Mastiff dari Tibet. Tren orang-orang kaya memelihara anjing gembala berbulu tebal ini muncul dari melonjaknya harga Mastiff dari ratusan dolar menjadi ratusan ribu dolar.

    "Saya biasanya berinvestasi membeli anjing gembala Jerman, tapi mastiff Tibet kini sedang tren," kata Sui Huizheng yang telah memiliki 10 anjing Mastiff dalam pameran anjing Mastiff pekan ini di Beijing.

    Anjing ini semula dilarang Partai Komunis untuk dipelihara karena merupakan simbol borjuis. Tapi seiring dengan melonjaknya kemakmuran warga Cina saat ini, orang-orang kaya Cina yang memiliki pelbagai mobil mewah mulai berburu anjing dari Tibet itu. Saat ini saja ada 835 ribu miliarder di Cina.

    Seorang wanita dari Cina utara, misalnya, mengeluarkan uang lebih dari satu juta dolar untuk membeli beberapa ekor anjing ini. Ia, seperti ditulis China Daily, mengirimkan 30 mobil Mercedez-Benz untuk menjemput anjing-anjing itu dari bandara.

    "Saya bisa mengerti orang mengeluarkan uang banyak untuk kuda pacuan dan berlian, tapi tidak bagi orang yang mau membayar setengah juta dolar untuk anjing," kata Martha Feltenstein, presiden Asosiasi Mastiff Tibet di Amerika.

    Feltenstein mengatakan kendati anjing jenis ini bisa tumbuh besar dengan tinggi 80 sentimeter, mastiff memiliki harapan hidup yang relatif singkat. Ia juga bukan jenis anjing yang langka. Di Amerika, anak-anak mastiff bisa dibeli dengan harga hanya beberapa ratus dolar.

    Namun, para pemelihara anjing itu menganggap mastiff sebagai simbol keberuntungan karena berbentuk mirip seekor singa yang dalam makna tradisionalnya adalah keberuntungan. ”Anjing penjaga ini cocok karena ia simbol keberuntungan bagi rakyat dalam sejarah Cina,” ujar Wu Yunliang, pemilik anjing mastiff yang ia beri nama Warren Buffett.

    AP | China Daily | YR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.