Porsi Makan Manusia Modern Dua Kali Lebih Banyak dari 'Zaman Yesus'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.morethings.com

    www.morethings.com

    TEMPO Interaktif, London -Melalui penelitian terhadap lukisan The Last Supper dan lukisan-lukisan jamuan makan malam yang lain, ilmuwan di Cornell University menemukan bahwa porsi makan manusia sekarang hampir dua kali lebih banyak dari zaman ketika Yesus menggelar jamuan makan terakhir seperti yang tergambar dalam lukisan The Last Supper.

    Peneliti membandingkan ukuran makanan, banyaknya makanan yang disuguhkan, dan bahkan ukuran piring dari 52 penggambaran yang paling terkenal dari Yesus Kristus dan murid-muridnya dalam perjamuan terakhir. Lukisan itu berasal dari sebelum Leonardo Da Vinci melukis The Last Supper hingga lukisan beberapa puluh tahun lalu.

    Hasilnya? Terjadi tren "supersizing" menu dan ukuran makanan hingga dua pertiga lebih besar sepanjang seribu tahun terakhir. The Daily Telegraph melaporkan, ukuran hidangan utama tumbuh sebesar 69 persen; ukuran piring sebesar 66 persen, dan ukuran roti membesar hingga 23 persen.

    Supersizing adalah sebuah istilah yang populer pada pertengahan 1990-an untuk menggambarkan kemampuan McDonald "meningkatkan ukuran porsi" bagi pelanggannya. Tapi Brian Wansink, ilmuwan perilaku makanan dari Cornell University yang melakukan penelitian bersama saudaranya Craig, berkata: "Supersizing sebenarnya bagian dari tren yang sangat panjang. Ini telah tercermin dalam lukisan-lukisan makan malam yang paling terkenal."

    Wansink percaya bahwa ketersediaan pangan yang tiap tahun kian meningkat telah mempengaruhi secara bertahap peningkatan porsi makanan, juga ukuran  piring yang lebih besar. Rincian studi ini akan diterbitkan dalam edisi April International Journal of Obesity.

    Daily Telegraph | YR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?