Hillary Clinton Desak Israel Konsesi Perdamaian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hillary Rodham Clinton. AP/Cliff Owen

    Hillary Rodham Clinton. AP/Cliff Owen

    TEMPO Interaktif, Washington - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton mendesak para pejabat Israel untuk membuat konsesi bagi perdamaian dengan Palestina yang mungkin tidak populer bagi orang-orang Israel.

    Clinton juga memperingatkan soal perluasan jangkauan roket pejuang militan Palestina dan pertumbuhan penduduk Arab Israel yang menjadikan tidak mungkin untuk mempertahankan status quo.

    "Negara terpisah bagi bangsa Palestina mungkin merupakan ide yang tidak populer bagi banyak orang Israel, tapi perlu karena militan memperluas jangkauan serangan dan penduduk Arab Israel terus tumbuh," kata dia, Senin waktu setempat.

    Clinton dalam pertemuan tahunan Komite Amerika Urusan Masyarakat Israel mengatakan kelompok-kelompok militan Hamas dan Hizbullah telah memiliki roket yang lebih canggih untuk menjangkau lebih dalam ke jantung Israel.

    Sementara itu, pertumbuhan penduduk Palestina yang cepat di Israel berarti pembentukan sebuah negara negara demokrasi tidak dapat diwujudkan jika ingin menjadi Tanah Air Yahudi. Dalam pengaturan ini, "Status quo tidak dapat dipertahankan untuk semua pihak."

    Menurut Clinton, cara yang lebih baik adalah pembentukan sebuah negara terpisah bagi rakyat Palestina. Tapi keinginan tersebut sulit bagi Israel, yang sebagian besar tidak optimistis pada adanya kesempatan untuk negosiasi dalam penyelesaian pokok konflik Israel-Palestina.

    Clinton pada kesempatan itu juga berusaha menjelaskan soal sanksi administrasi dari rencana Presiden Barack Obama menyangkut pembangunan 1.600 unit rumah bagi warga Israel di Yerusalem Timur.


    LA TIMES l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.