Parlemen Amerika Setujui RUU Reformasi Kesehatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Pablo Martinez Monsivais

    AP Photo/Pablo Martinez Monsivais

    TEMPO Interaktif, Washington - Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat menyetujui Rancangan Undang-Undang Reformasi Kesehatan yang diusung pemerintah Barack Obama, Ahad (21/3) malam waktu setempat. Dengan undang-undang tersebut, puluhan juta warga Amerika yang sebelumnya tidak terlindungi bakal dilindungi kesehatannya.

    Sempat dinilai tidak bakal lolos dua bulan lalu, Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Rancangan Undang-Undang Reformasi Kesehatan tersebut melalui pemungutan suara. Sebanyak 219 anggota memilih mengesahkan rancangan tersebut, sementara 212 anggota menolak. Semua anggota Dewan dari Partai Republik menolak rancangan tersebut ditambah 34 anggota Partai Demokrat yang membelot.

    Saat pemungutan suara, Obama menyaksikannya melalui layar televisi di Ruangan Roosevelt Gedung Putih bersama Wakil Presiden Joe Biden dan sekitar 40 staf. Ketika suara yang menyetujui rancangan tersebut mencapai 216 (suara yang dibutuhkan untuk menggolkan rancacangan tersebut), Ruangan Roosevelt bergemuruh. Obama pun menepuk tangan kepala staf gedung putih Rahm Emanuel.

    Rancangan tersebut selanjutkan akan masuk ke Senat. Para pemimpin Partai Demokrat optimistis Rancangan tersebut bakal disahkan.

    Jika disetujui, asuransi kesehatan ini akan melayani 32 juta dari 36 juta warga miskin di Amerika. Jumlah penduduk Amerika saat ini mencapai 308,9 juta orang.

    Kantor Anggaran Kongres, yang non-partisan, memperkirakan undang-undang kesehatan tersebut akan mengurangi defisit anggaran dalam 10 tahun mendatang menjadi US$ 138 miliar.

    Karena berusaha menggolkan rancangan beleid tersebut, Obama menunda kedatangannya ke Indonesia dari Maret ini menjadi Juni mendatang.

    AP| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?