Akibat Mogok British Airways Batalkan Separuh Penerbangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Toby Melville

    REUTERS/Toby Melville

    TEMPO Interaktif, London -Maskapai British Airways (BA) cukup kelimpungan menghadapi tiga hari mogok kerja para kru kabinnya. Namun mereka bertekad tetap bakal menerbangkan 60 persen penumpang yang sudah memesan tiket pekan ini meskipun terjadi pemogokan. Pemogokan besar-besaran itu berisiko mencoreng pemerintahan Partai Buruh menjelang pemilu beberapa pekan lagi.

    Aksi keluar ruang atas perundingan upah dan pekerjaan yang terjadi menjelang tengah malam tadi diperkirakan bakal mengancam penerbangan ribuan penumpang. Perundingan antara Serikat Pekerja dan manajemen akhirnya memang mentok. Aksi mogok lanjutan bakal digelar selama 4 hari pada akhir bulan ini.

    Serikat Pekerja hari ini menyatakan mendukung penuh aksi tersebut dan situasinya bakal memburuk dari yang maskapai perkirakan. Tak mengherankan BA terpaksa memabatalkan separuh jadwal penerbangannya.

    “Situasinya bisa jadi bakal memburuk dari hari ke hari begitu para kru dari luar negeri datang dan mereka kemudian tak mau keluar (dari bandara),” ujar juru bicara Serikat Pekerja di bandara Heathrow, London.

    Seorang jurnalis Reuters yang berada di Terminal 5, bandara Heathrow, koridor utama untuk penerbangan-penerbangan BA, melihat lusinan petugas keamanan dan staf pelayanan penumpang berada di pintu-pintu masuk.

    Perdana Menteri Gordon Brown mendesak kedua belah pihak menyelesaikan perbedaan-perbedaan mereka tanpa penundaan lagi. Seruan itu sangat penting karena posisi Serikat Pekerja sebagai pendukung finansial terbesar partainya, Partai Buruh.

    Sementara itu, Partai Konservatif, difavoritkan bisa memenangi pemilihan umum yang diperkirakan digelar pada 6 Mei mendatang. Mereka mendesak Brown memutuskan hubungan finansial dengan Serikat Pekerja selama sengketa tersebut.

    Reuters/BBC/dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.