Beijing Disapu Badai Pasir, Langit Berubah Jadi Oranye

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Grace Liang

    REUTERS/Grace Liang

    TEMPO Interaktif, Beijing - Langit ibukota Cina, Beijing, berubah menjadi oranye pada Sabtu (20/3) akibat badai pasir terkuat dalam tahun ini yang menghantam sebelah utara Negeri Tirai Bambu tersebut. Akibatnya, beberapa penerbangan di Bandar Udara Internasional Beijing ditunda dan pejabat Korea Selatan memperingatkan ancaman serupa di Seoul.

    Langit berpendar dan berpasir menyelimuti Beijing. Akibatnya, warga harus menutupi muka mereka di Tiananmen Square. Badan Cuaca di Beijing menyatakan kualitas udara berada di level berbahaya dan jarang terjadi.

    Badan Cuaca Nasional Cina memperingatkan kualitas udara ‘sangat buruk untuk kesehatan’. Mereka mengimbau warga menutup mulut mereka jika keluar dan menutup pintu serta jendela rumah.

    Gurun pasir di Cina kini meluas sehingga mencapai sepertiga wilayah negeri tersebut akibat penggundulan hutan dan lain-lain. Badai pasir dari Cina pun dikabarkan bisa terbang jauh sampai wilayah barat Amerika Serikat.

    Akademi Ilmu Pengetahuan Cina memperkirakan frekuensi badai pasir telah bertambah enam kali lipat dalam 50 tahun terakhir menjadi 24 kali per tahun. Badai pasir terakhir juga telah menyapu kawasan Cinjuang dan Mongolia serta Provinsi Shanxi, Shaanxi, dan Hebei.

    Menurut seorang wanita yang menjawab layanan telepon di bandara, penerbangan di Bandara Internasional Beijing sempat ditunda. Tapi beberapa penerbangan ada yang tetap berjalan.

    Untuk menanggulangi badai pasir, Cina telah menanam ribuah akre tanaman dalam beberapa tahun terakhir. Namun, para ahli memperingatkan kerja keras tersebut butuh waktu berpuluh-puluh tahun.


    AP| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.