Cina Bergulat Kurangi Stroke

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sebuah pabrik masker kesehatan di Propinsi Shandong, Cina,  Kamis (19/11). Tahun ini, sebanyak 99 persen masker yang diproduksi di tempat ini telah diekspor. AP Photo

    Suasana sebuah pabrik masker kesehatan di Propinsi Shandong, Cina, Kamis (19/11). Tahun ini, sebanyak 99 persen masker yang diproduksi di tempat ini telah diekspor. AP Photo

    TEMPO Interaktif, Hong Kong -Penyakit kronik macam stroke, kanker, paru-paru, dan kondisi jantung menjadi problem terbesar kesehatan di Cina. Demikian dikatakan menteri kesehatan Cina. Dia mendesak warganya mengubah gaya hidup sehari-hari.

    Ketika penyakit-penyakit infeksi seperti TBC merebak di Cina masuk 10 besar pada 20 tahun lalu, negeri Tirai Bambu ini kini dibayangi gaya hidup -terkait penyakit yang banyak menjangkiti warganya karena kebanyakan makan dan kurang berolahraga.

    Dalam sebuah wawancara khusus dengan Reuters di Hong Kong hari ini, Menteri Kesehatan Chen Zhu bilang satu dari 5 kematian di Cina akibat stroke -yang terkait dengan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi dan merokok.

    “Problem terbesar kesehatan negara kami adalah stroke, kanker, penyakit pernafasan, penyakit jantung,” ujar Chen.

    Di tempat kelima perenggut nyawa terbesar adalah kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja, diikuti bunuh diri, yang jumlah totalnya mencapai 180 ribu kasus pertahun. “Penyakit kronik naik ke peringkat 4 dan terkait gaya hidup dan membebani finansial,” imbuh Chen lagi. Di Cina, angka kematian mencapai 8,49 juta pada tahun 2005, yang 22,2 persen diantaranya adalah stroke. Kanker mencapai 22,1 persen diikuti penyakit paru-paru 15,8 persen.

    Reuters/dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.